Rabu, 19 Januari 2022

Beranda Saya "Berminyak" Di tulis oleh kadek Suprapto, S.Pd

 


    Sejak tadi pagi beranda saya penuh dengan postingan emak-emak berburu minyak. semula saya mengira bahwa mereka memang sedang butuh minyak untuk di pakai numis-numis atau goreng-goreng atau apalah itu karena yang kita tahu bahwa minyak adalah gunanya ya memang untuk itu dan seluruh Ibu rumah tangga  pasti sudah tau betul akan kegunaan minyak yang sesungguhnya karena mereka adalah pangsa pasar pertama sebagai konsumen paling berminyak "Haha.." saat ini yang selalu bergelut dengan minyak kalau di dapur. bukan hanya sekedar kebutuhan namun minyak sudah menjadi urutan pertama pada klasemen pertandingan bahan kebutuhan utama di dapurnya para Ibu rumah tangga karena tanpa minyak hidangan di meja makan tak akan nampak indah dan menggairahkan nafsu makan.

    Semakin aku turunkan beranda fb semakin ribut pula orang-orang bercerita tentang minyak. "wah penasaran nih." ada apa ya dengan minyak? saya iseng buka browser dan berselancar di google. segera ingin mengetik kata kunci "minyak" belum semua huruf terketik baru sempat huruf M dan I saya sudah melihat tampilan berderet deret informasi dan berita yang memuat tentang minyak. salah satu deretan berita saya klik JAKARTA, KOMPAS.com. Isinya begini, Pemerintah resmi menerapkan kebijakan satu harga untuk minyak goreng yakni sebesar Rp 14.000,00 per liter yang akan berlaku mulai hari ini, Rabu (19/1/2022). "Pemberlakuan kebijakan satu harga untuk minyak goreng yakni sebesar Rp 14.000 per liter akan di mulai pada hari rabu tanggal 19 Januari 2022 pukul 00.00 WIB di seluruh Indonesia," ujar menteri koordinator bidang perekonomian Airlangga Hartato ketika memimpin rapat komite pengarah BPDKS, Selasa (18/1/2.

    Tanpa sadar sehabis membaca tulisan di layar HP agak sedikit bergegas saya menuju dapur langsung meraih tempat yang biasanya saya gunakan sebagai wadah untuk menampung sisa-sisa minyak habis menggoreng dengan wajah lesu saya memegang wadah tersebut karena tahu bahwa minyak saya ini tinggal satu-satunya persediaan untuk beberapa hari kedepan dan itupun adalah minyak "jelantah". Jadi ikutan sedih atau rame ya?. sedih dalam batin "biar sajalah minyak tinggal dikit mulai besok masaknya rebus kukus aja". kalaupun ikut rame berburu toh hari ini harga minyak udah seharga ketetapan pemerintah yang jelas semua toko kios bahkan Alfamidipun telah menjualnya seharga resmi. saya menaruh kembali wadah minyak jelantah saya kembali di rak dapur dengan pandangan penuh harap semoga besok saat bangun pagi minyak jelantah saya itu bertambah isinya dan warnanya berubah menjadi jernih seperti minyak Sunco. (berkhayal ala Aladin) 

4 komentar: