Resume ke-6
Jumat, 28 januari 2022
Tema: Menulis Buku dari Karya Ilmiah
Nara Sumber: Noralia Purwa Yunita, M.Pd
Malam ini adalah pertemuan ke-6 Kelas Menulis PGRI. Sedikit berbeda dengan pertemuan sebelumnya. Kali ini saya sedikit kalang kabut dan terburu. Seharian tadi badan saya agak sedikit demam. Rasanya badan ngilu dan letih. Hampir semua pekerjaan tidak dapat saya selesaikan tuntas. Mulai dari mengajar sampai dengan kegiatan TOT QUIZIZZ hari kedua saya tidak dapat ikuti dengan baik.
Menjelang pukul 20.00 WITA. Dengan mengerahkan segenap tenaga yang ada saya pergi menjumpai ruang chat group kelas menulis. saya membukanya karena biar bagaimanapun saya wajib mengikuti penulisan resume ini sampai tuntas nanti. Itu sudah menjadi komitmen saya. Meski dalam kondisi yang tidak memungkinkan saya harus stay di jam itu.
Chat terbuka dan saya melihat moderator sudah membuka acara. berarti pertemuan ke-6 ini saya terlambat masuk. Moderator Ibu Raliyanti sudah mengucapkan salam dan menyapa peserta. Susunan acara masih sama seperti acara sebelumnya. karena sudah itulah susunan yang akan dipakai sampai selesainya kegiatan nanti. Tidak seperti biasanya kali ini moderator sudah membagikan nomor Wa yang akan digunakan oleh peserta mengajukan pertanyaan kepada nara sumber. Mungkin deengan maksud agar peserta sudah bisa mempersiapkan pertanyaannya sehingga moderator menjadi lebih mudah mengumpulkannya nanti untuk diteruskan kepada nara sumber saat sesi tanya jawab di buka. Tak lupa juga moderator malam ini memperkenalkan nara sumber akan membagikan ilmu dan kemampuannya dalam menulis. Berikut sekilas profil dari nara sumber.
Nama : Noralia Purwa Yunita, M.Pd
Lahir : Kudus,12 Juni 1989
Anak pertama dari dua bersaudara dengan ayah bernama Ali Achmadi, S.Pd dan Ibu bernama Noor Fatkhiyah, S. Pd.SD. Saat ini penulis bekerja sebagai pengajar di SMP Negeri Semarang. Selain sebagai pengajar beliau juga aktif menulis Blog dan tergabung dalam komunitas sejuta guru Ngeblog.
Prestasi yang pernah diraih:
1. Ambassador penerbit innovasi publishing
2. Juara 3 Lomba blog nasional pada HUT penerbit YPTD
3. Peraih medali perunggu pada Olimpiade kimia nasional kategori guru
4. Reviewer Indonesia journal of business analytic (IJBA)
5. Penulis Artikel populer dalam rubrik guru bicara pendidikan di Majalah Aksioma Bandung.
Lima prestasi yang bikin saya kagum dan tertegun. Masih muda tapi sudah meraih prestasi gemilang dan tidak tanggung-tanggung prestasi yang di dapatnya hampir semua tingkat nasional. Bukan Hanya prestasinya yang bikin saya kagum namun setelah saya melanjutkan membaca profil dari beliau saya di buat melongo. Publikasi karya yang sudah di buatnya. Apa lagi yang harus saya katakan untuk mengapresiasi pencapaian beliau. saya rasa tak ada lagi. 25 Judul karya tulis. Sehebat itukah gerangan? pertanyaan yang rasanya tak perlu diajukan. Mengapa? Karena itu pantaslah buat beliau. Seorang yang memiliki Passion dan Smart tentu wajar dapat dilakukan oleh Ibu Noralia dalam meraih prestasi yang luar biasa dan menulis begitu banyak karya. Bahkan jika saya melanjutkan membaca profil beliau semakin berdecak kagum. Apalagi itu ya? Kegiatan profesional yang pernah diikutinya. Sungguh di Luar dugaan saya. Membaca ada 8 kegiatan sebagai nara sumber yang pernah di jabaninya. tentu juga sebagai nara sumber malam ini belum tercatat pada profil beliau. Jika di Ijinkan saya menambahkannya maka saya akan tambahkan pada profil beliau. Hehe...Ijin Bolehkan Bu? Upss...
Demikian sekilas tentang profil Ibu Noralia yang sangat spektakuler. Penuh prestasi dan cemerlang. Setelah membaca profil beliau terbayang di benak saya bisakah saya seperti Ibu Noralia? dapatkah saya mengikuti jejak beliau? meski tak dapat paling tidak saya dapat membuat sebuah karya tulis yang bisa terbit menjadi sebuah buku. Mungkin ini sebuah angan dan impian tetapi bila saya berniat melakukan usaha yang tekun dan terus menerus semoga keinginan saya itu dapat terwujud. "Wah" Ini bukan ngimpi ya tapi bermimpi". Saya berdialog dengan angan saya.
Sekilas Ibu Noralia berkenalan dengan peserta. bercerita sejenak tentang keterlibatannya pada acara malam ini. Lagi-lagi nama Om Jay di sebut. ternyata sebuah nama yang sangat populer di kalangan penulis tanah air. dimana dan kapan saja so pasti nama tenar ini kesebut terus. Om Jay memang beken. "Diberi amanh oleh Om Jay". itu kata Ibu Noralia diawal perkenalannya.
Seorang alumni kelas menulis dari group 8. sejak saat itu menjadi gemar menulis meski tidak sangat aktif. "sering menulis rubrik di sebuah majalah". sambungnya.
Apa itu karya ilmiah? bagi yang lulusan S1 pasti tahu kan? menjadi pertanyaan pemula beliau kepada peserta. Skripsi dan tesis adalah sebuah karya ilmiah Dia mengatakannya sebagai penjelasan dari pertanyaan pemula tadi. sayapun langsung "ngeh" dengan maksudnya.
Menjadi meluas lagi beliau katakan. Sebagai guru tentunya sangat mengenal apa itu PTK, best practice, makalah tinjauan ilmiah, artikel ilmiah. meski semua itu hanya sebatas sebagai pemenuhan tuntutan saja. tanpa tahu setelah itu mau diapakan semua karya itu. Semua hasil karya itu hanya sebatas kita buat saja. setelah itu dibiarkan begitu saja tergeletak tanpa arti. menjadi pajangan berdebu. usang tanpa disentuh. Perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit untuk memperoleh semua itu tidak kita pedulikan. asal sudah di sidangkan atau di beri penilaian kita merasa sudah sampai disitulah ceritanya. Ibu Noralia melanjutkan menjelaskan tentang karya ilmiah yang hanya sebatas dibuat dan selesai tapi tak bermanfaat setelah itu.
lantas apakah kita rela jika karya yang sudah kita buat dengan usaha semaksimal mungkin hanya kita sendiri yang menikmatinya atau hanya pihak tertentu saja yang mengetahuinya. Tentu tidak bukan? saya menjadi penasaran dengan maksud Ibu Noralia. berpikir sendiri. trus bilang dalam hati. sebenarnya apa maksud beliau. lalu mau diapakan karya ilmiah milik kita tersebut. Ternyata Ibu Noralia memiliki sebuah cara dan penemuan sendiri untuk menjadikan sebuah karya ilmiah yang tergeletak dan berdebu milik kita itu menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat. yaitu dengan mengubahnya menjadi sebuah buku. Kini saya yang menjadi bingung. kenapa bisa ya. bagaimana caranya. beruntun pertanyaan muncul di kepala saya. tetapi dengan segera terjawab setelah Ibu Noralia mengajarkan bagaimana caranya. Saya semakin menyimak penjelasan Beliau.
Pada penjelasan selanjutnya Ibu Noralia membedakan anatara format buku dan KTI.
Format buku:
-Judul
-Kata pengantar
-Prakata
-Daftar isi
-Isi buku
-Daftar pustaka
-Sinopsis
-Profil penulis
Sedangkan format KTI adalah
-Judul
-Lembar pengesahan
-Kata pengantar
-Halaman persembahan
-Daftar isi
-Pendahuluan
-Tinjauan pustaka
-Metode penelitian
-Pembahasan
-kesimpulan
-Daftar pustaka
-Lampiran
Lebih lanjut setelah menjelaskan perbedaan anatara format buku dan KTI, ibu Noralia menjelaskan cara konversi KTI menjadi buku.
A. Ubah Judul
Mengubah judul KTI yang berbahasa ilmiah menjadi bahasa populer santai dan singkat
Contoh: "Efektifitas metode SEMMI berbasis Mind Map untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa mata pelajaran kimia kelas X SMA. Ketika diubah menjadi judul buku, menjadi: "Mudah belajar Sains dengan metode SEMMI". menjdi singakat dan padat
B. Ubah Daftar isi
mengubah daftar isi yang semula di buat menjadi beberapa BAB diubah menjadi berpedoman 2W+1H
C. Berikan pengetahuan baru yang terkait dengan isu sekarang.
Sebagai contoh mind map dikaitkan dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yaitu 4C
D. Boleh menampilkan hasil penelitian tetapi jangan terlalu banyak. hasil yang ditulis hanya data penelitian yang penting saja.
E. Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. sususan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreatifitas sendiri.
F. Daftar pustaka boleh menggunakan blog resmi. namun situs blog resmi seperti kemendikbud.go.id
G. Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian kita agar pembaca yakin bahwa benara kita telah melakukan sebuah penelitian.
H. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan dengan aturan penerbit.
I. Agar tidak di katakan self plagiarisme, kita tetap menulis ulang kalimatnya menjadi kalimat baru namun tidak mengubah arti dari kalimat KTI sebelumnya. Tentuny teknik parafrasa menjadi kuncinya.
"Dengan demikian, membuat buku dari karya ilmiah bukan berarti hanya mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah kita punya. Itu merupakan suatu kesalahan". Ucap Ibu Noralia diakhir penjelasannya.
Setelah memaparkan penjelasan Ibu Noralia membuka sesi bertanya kepada peserta yang di pandu oleh moderator acara. Pertanyaan pertama diajukan oleh Siti Rohani dari SMP Negeri 1 Kalirejo Lampung Tengah. isi pertanyaannya adalah bagaimana cara mengidentifikasi masalah dan rumusan masalahnya. Untuk BAB 4. Bolehkah 2 siklus 4 kali pertemuan saja.
Jawaban yang diberiakn oleh Ibu Noralia sebagai berikut.
Untuk identifikasi masalah masuk kebagian WHY pada penulisan buku. dapat dijadikan alasan mengapa hal itu dilakukan. rumusan masalah tidak perlu dituliskan dalam buku. Untuk pertanyaan yang berikut dari Siti Rohani dijawab oleh beliau bahwasanya jumlah pertemuan dalam penelitian boleh berapapun asalkan sudah dapat menyelesaikan kompetensi dasar yang dijadikan fokus penelitian. lama penelitian berbeda tergantung dari skenario pembelajaran yang dibuat oleh masing-masing peneliti. ini juga terkait dengan instrumrn yang dibuat. baik itu RPP, form penelitian, dan sebagainya.
Dilanjutkan pertanyaan ke-2 oleh Parni dari Wonosari, Gunung Kidul. Apakah mengubah KTI yang sudah 5 tahun lebih dapat diubah menjadi buku?. Bagaiaman trik agar mengubah menjadi buku menarik, tanpa mengubah esensi isi KTI tersebut?. Jawaban dari Ibu Noralia untuk pertanyaan ini adalah KTI yang sudah 5 tahun dapat diubah menjadi sebuah buku asalakn daftar pustaka diperbaharui agar isi buku juga menjadi kekinian. Jawaban poin 2 yaitu menulis kalimat buku dengan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan memberi pemahaman yang lebih bagi para pembacanya.
Dua puluh pertanyaan meluncur deras ke meja redaksi moderator. semua pertanyaan di jawab tuntas oleh Ibu Noralia nara sumber hebat malam ini. Jawaban yang terang dan jelas tidak ada satupun yang luput di beri penjelasan oleh Ibu Noralia kepada setiap pertanyaan sehingga apa yang mejadi kendala peserta dalam memahami bagaimana cara mengubah KTI menjadi sebuah buku dapat di mengerti dengan baik. Saya sebagai peserta yang juga ingin tahu bagaimana membuat parafrasa KTI menjadi sebuah buku turut menjadi paham. Terima kasih Ibu Noralia atas ilmu yang sudah dibagikan kepada saya dan seluruh peserta kelas menulis malam ini. semoga ini menjadi bekal saya nanti jika saya berniat dan merencanakan menerbitkan sebuah buku yang berasal dari karya tulis ilmiah.
Sampai pada akhir kegiatan. moderator menutup acara kelas menulis dan Nara Sumber Ibu Noralia juga pamit undur diri.
-
Keren resumenya, mantap.
BalasHapusTerima kasih pak sigid🙏🙏
HapusBerisi..cakep Pak Kadek👍
BalasHapusTerima kasih pak yanti🙏🙏
HapusLuar biasa pak. Walaupun kurang enak badan tapi bisa menyelesaikan resume yg lengkap dan menarik. Sehat selalu pak...
BalasHapusTerima kasih pak fernandez
HapusMakin mantap tulisannya pak... Semoga selalu sehat. Kurang enak badan aja sudah bisa buat resume yg lengkap... Selamat...
BalasHapusResumnya lengkap dan mantap
BalasHapusTerima kasih pak syamsurizal
HapusLuar biasa... lengkapnya, mantap.
BalasHapusTerima kasih ibu yosefina🙏🙏
HapusKeren...
BalasHapusLuar biasa,...semangat terus berkarya. Salam literasi
BalasHapus