Senin, 31 Januari 2022

Resume Ke-7 Pelatihan Belajar Kelas Menulis PGRI Gelombang 23 & 24

 Menulis Buku Mayor Dalam Dua Minggu

Resume Ke-7

Senin, 31 Januari 2022

Nara Sumber : Prof. Richardus Eko Indrajit


        Suhu udara sore ini di wilayah sekitaran saya sangat gerah. Memang dalam beberapa hari belakangan terik matahari begitu menyengat. Panasnya sungguh panas. Langit membiru tak ada awan yang menghalanginya. panasnya menembus kerak bumi hingga menjadikan tanah kerontang. Didalam rumah saya masih berkeringat karena gerah saat saya menengok group wa paling rame yaitu kelas menulis. Sekilas saya turun naik memindai chat. saya skrul dengan laju kebawah tepat pada flyer. sudah menjadi kebiasaan saya jika sore pada jadwal penulisan resume selalu saya memantau kiriman flyer kegiatan. "Wah sudah ada nih" gumam saya. saat melihat flyernya sudah nongol. Agak kebawah saya skrul lagi layar. Moderator Ibu Aam menulis pengumuman. Isinya begini. "kelas nanti malam akan maju setengah jam, tepat pukul 18.30 WIB. Prof Eko hanya bisa satu jam saja, pukul 19.00-20.00 WIB. Manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menembus penerbit mayor PT Andi dan kolaborasi bersama Prof. Ekoji". Itu isi pengumuman dari Ibu moderator. 

    Kesibukan saat ini memang sangat padat. tak ayal pula bahkan sang Prof juga memiliki kesibukan yang sangat luar biasa sehingga beliau harus membagi waktunya untuk peserta kelas menulis nanti malam. Mungkin setelah di kelas menulis Prof Ekoji berpindah room atau mengisi kegiatan lainnya terkait peran dan profesinya.Semoga malam ini jaringan stabil dan tidak ada pemadaman lampu agar saya dapat mengikuti penuangan materi dari seorang Profesor dengan baik. Karena waktu yang akan digunakan sangat singkat jadi harus benar paham apa maksud dan tujuan Prof Ekoji dalam materinya.

    Saya beringsut dari chat group. Memandang keluar jendela melihat semburat sinar mentari yang kekuningan. Hawa masih gerah. Ingin rasanya nyebur di kolam belakang rumah biar badan terasa anyes. Tapi enggan rasanya. Seketika saya meraih tiang kipas angin dekat tempat duduk. saya putar arahnya tepat menghadap badan. Segera saja saya putar tombol hidupnya. husss...hempasan angin torpedo dari kipas angin merek Maspion menerjang tubuh saya. Niat mau nyebur akhirnya jadi terbayar dengan hembusan kencang angin putaran baling-baling plastik buatan pabrik milik perusahaan Alim Markus yang menderu-deru dalam ruangan.

    Pukul 19.46 Moderator mengunci group. Ini tandanya bahwa kegiatan sudah akan di mulai. Sayapun bersiap monitor. Mengulang pesan tadi sore Ibu Aam kembali mengingatkan peserta. Oke Ibu Aam saya siap hehe... Saya komentar sendiri. 

    Flyernya dimunculkan kembali oleh Ibu Aam. saya menatapnya. Sembari itu link profil meluncur. Saya klik dan muncul halama Wikipedia. Penasaran siapa sih Nara Sumber malam ini. Yuk kita ngulik Beliau.

Dr.Ir. Richardus Eko Indrajit, M.sc, MBA., MA.,M.Phil.,M.Si. Saya ko jadi bengong ya ...Kenapa? Wihh...Mendadak terkejut pas baca dan ngetik gelar beliau. Maklum selama ini saya sering ngetik gelar seseorang hanya sampai S.Pd atau M.Pd. Kali ini saya agak njlimet ngetiknya.

    Lahir di Jakarta, 24 Januari 1969 adalah seorang tokoh pendidikan dan pakar teknologi informatika asal Indonesia yang kini menjabat rektor Universitas Pradita. Memiliki seorang istri bernama Lisa A. Riyanto. Jumlah anak 4. Maaf ya untuk nama anak Pak Ekoji tidak saya tuliskan namanya. Udah terbayang susah dan kemeng jari ngetiknya. Nama-nama anak Pak Ekoji sangat Indah dan bermakna. Tapi yang bikin saya kemeng namanya panjang-panjang. Hehe...Maaf ya Pak Ekoji jika pada bagian ini saya tidak publis.

    Selain dikenal sebagai sosok penggerak riset informatika dan teknologi digital, Pak Ekoji juga aktif menjadi nara sumber, seminar, lokakarya dan penulis buku. Tercatat sebagai salah satu anggota pengurus besar PGRI dan menjadi ketua PSLCC yang berperan melakukan pengembangan profesi guru dan pendidikan karakter berbasis teknologi dan informasi.

PENDIDIKAN

Institut teknologi sepuluh november (ITS) Surabaya, Indonesia

Master Of Applied Computer Science Harvard University ( Amerika Serikat)

Maastricht school of management (Belanda)

Leicester University (Inggris)

STIKOM London school of public reletions (Indonesia)

Master  of information tecnology Swiss - German University (Indonesia)

Doctor of bussiness administration (Filipina)

The University of Information Tecnology and management (Polandia)

Guru besar bidang komputer di Perbanas Institut pada tahun 2021

menyelesaikan studi Doktor Teknologi Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta.

    Terbelalak mata saya melihat halaman Wikipedia. saat mengetik huruf demi huruf saya eja karena hampir semua berbahasa asing. Sebentar saya diam sambil berpikir. Bagaimana ya cara kerja dari Pak Ekoji ini. Bisa meraih seabrek abrek gelar pendidikan. Hanya bisa heran dan takjub.

PENGHARGAAN

Prestasi Kepemimpinan Bidang Keamanan Informasi Asia Pasifik (ISLA)

Lifetime Achievement Award Dirjen Kominfo

Cendekia Cipta Pradana dari pengurus besar PGRI

    Publikasi buku Pak Ekoji berjumlah 33. Haruskah saya menulis semuanya? sempat lama berpikir. jika saya tulis semua butuh waktu panjang saya mantengin layar HP. Tapi penting juga untuk ditulis meskipun hanya beberapa. Oke saya tulis satu paling ujung atas dan satu lagi paling buncit.

Richardus Eko Indrajit dan Mudafiatun Isriyah. (2020). Implementasi Social Presence dalam bimbingan Online: Dalam Konteks perspektif Komunikasi Personal, Interpersonal, dan Impersonal.

Kajian Strategi Analisa Cost-Benefit Investasi Teknologi Informasi (2004)

    Satu lagi yang ingin saya tuliskan tentang profil Pak Ekoji pada resume saya ini yaitu Publikasi Jurnal Akademik Beliau. meski hanya satu saja .

Indrajit, R.E., Wibawa,B., Supratman,A. (2020). Portrait of Higher Education in the Covid-19 Period in a Digital Literacy Perspektive: A Reflection on the Online Lecture Process Experience. The Fifth International Conference on Informatics and Computing.

    Tidak salah kalau saya katakan tadi di awal jari saya kemeng mau menulis malam ini. resume yang tidak biasanya. karena hampir setiap huruf yang mau di ketik semua hurufnya inggris. Ternyata Ibu Aam Nurhasanah pernah duet kolaborasi dengan Pak Ekoji dan sudah punya buku yang terpajang di rak Gramedia di seluruh Indonesia. Luar biasa bu Aam. Hebat.





Buku-buku cantik yang bermanfaat terpajang manis di rak-rak buku Gramedia di seluru Indonesia. hasil karya Ibu Aam juga ikut menghiasi jejeran koleksi buku-buku di Toko buku terkemuka ini. Heran saya bertanya dalam hati. Siapakah yang menerbitkan buku-buku yang terpajang rapi di rak-rak buku Gramedia itu. Ternyata sebagian banyak di terbitkan oleh penerbit Mayor PT Andi.

    Mari kita simak kisah dari Pak Ekoji terkait dengan kiprahnya bukan hanya sebagai seorang pakar saja namun kiprah beliau juga sebagai seorang penulis ternama yang telah menerbitkan sejumlah buku serta begitu banyaknya tulisan-tulisan hasil karyanya yang di muat di berbagai media.

    Kisah beliau berawal saat sejumlah mahasiswa mendesak beliau untuk menulis hal-hal baru pasca kerusuhan Mei 1998 dimana saat itu buku terbitan luar negeri harganya mahal. tahun 1999 kala itu Pak Ekoji berusia 30 tahun. Debut awal menulis. Pak Ekoji merespon permintaan para mahasiswa itu. Beliau mencari referensi dengan pergi ke perpustakaan mencari buku-buku berisi mengenai IT yang berbahasa Inggris. Setiap menemukan satu gambar menarik diringkas isinya dengan menggunakan bahasa Indonesia agar mudah di pahami. Ternyata ini menjadi satu kelebihan Pak Ekoji. kemampuan berbahasa asingnya yang tak diragukan lagi sehingga dapat menerjemahkan berbagai buku terbitan luar negeri kedalam bahasa indonesia populer.

    Selama tiga bulan berlangsung Beliau berhasil menulis sebanyak 50 artikel. merangkumnya menjadi satu buku lalu mengirimnya ke Gramedia. terkejut karena buku bunga rampai tersebut di borong banyak orang terutama mahasiswa dan di cetak ulang 3 kali dalam setahun. Setelah peristiwa itulah akhirnya Pak Ekoji menjadi ketagihan menulis.

    Yang menarik dari peristiwa itu Pak Ekoji banyak mengalami peristiwa menakjubkan. Begitu banyak panggilan mengisi seminar, berkeliling indonesia gratis, kerap mengisi berbagai seminar di sejumlah kota di indonesia. sebuah perjalanan yang sangat fantastis menurut saya. akhirnya semenjak tahun 2000 Pak Ekoji konsisten menulis dan menerbitkan 2-3 buku dalam satu tahun.

    Terkait dengan penerbit PT Andi. setelah mencoba mencari penerbit lain selain Elexmedia. PT Andi tertarik untuk menerbitkan buku hasil karyanya. Berjudul E-Goverment. Menjadi salah satu yang sangat populer hingga saat ini. Belum banyak sumber referensi yang membicarakan hal itu. Internet belum semaju sekarang sehingga Pak Ekoji sempat kewalahan mencari sumber dari sana-sini.

    Ada sebuah peristiwa masa lalu yang di ceritakan. masa lalu yang menginspirasi. menyusun buku bersama guru-guru hebat selama masa pandemi ini. yaitu peristiwa yang terjadi di masa lalu., tepatnya ketika saya menjadi seorang asesor bagi universitas Ahmad Dahlan. ketika sedang menjadi seorang asesor, seorang mahasiswa yang pintar dan kritis bernama Ardiansyah yang sedang ketagiahan menjadi praktisi open source sebagai bentuk protes kepada Microsoft yang mendominasi dunia dengan programmernya.

    Dari kejadian itu timbul "Ide gila" begitu Pak Ekoji menyebutnya. meminta masing-masing mahasiwa menulis buku sesuai dengan keahlian mereka lalu memberikannya kepada Pak Ekoji untuk di edit dan menyerahkannya kepada sebuah perusahaan untuk di publikasikannya. Ide gila itu akhirnya membuahkan hasil spektakuler dan berikut hasilnya.


Kumpulan buku yang di tulis oleh Pak Ekoji bersama sejumlah mahasiswa.

    Semakin di buat ketagihan menulis Pak Ekoji bahkan bukan hanya menerbitkan buku di penerbit Elexmedia Komputindo dan Penerbit Andi saja tetapi terus merambah ke penerbit lainnya sperti Grasindo dan lain sebagainya.

    Perkenalan Pak Ekoji dengan Penerbit Andi Yogyakarta di mualai saat acara bedah buku yang berjudul E-Business. Pak Eko banyak belajar dari Penerbit Andi pada saat momen tersebut. Bagaimana cara membuat buku yang laku di pasaran. beliau berguru pada penerbit Andi.

    Pernah satu ketika Pak Eko berduet bersama ayahnya yang juga menulis buku dan ingin menerbitkannya. melahirka dua judul buku yaitu Manajemen Perguruan Tinggi Moderen dan Welath Management bagi perguruan Tinggi di Indonesia.

    Sejenak Pak Ekoji beristirahat. Sebelum melanjutkan pada pembahasan tentang gagasan MENULIS BUKU MAYOR DALAM DUA MINGGU. Mempersilahkan bila ada peserta yang ingin bertanya.

    Satu pertanyaan pertama bersal dari bu Vivin Sumenep. Bagaimana kriteria yang harus di penuhi agar tulisan kita bisa di terbitkan oleh penerbit mayor? Prof. Gimana caranya ikut menulis bersama Prof. Eko? Apa teman-teman ada kesempatan menulis bersama Prof?.

    Berikut jawaban yang diberikan oleh Prof Eko atas pertanyaan bu Vivin."Bu Vivin, biasanya yang dilihat oleh penerbit mayor ada dua hal utama, yaitu KONTEN ATAU JUDUL YANG MENARIK (yang sedang menjadi tren pemincaraan). dan PENULIS YANG DI KENAL.( karena memiliki track record bukunya laku di pasaran). Salah satu dari dua itu dapat menjadi pertimbangan, tetapi kalau ada dua-duanya akan menarik bagi penerbit mayor untuk mempublikasikannya dalam bentuk buku fisik maupun e-book. Ada dua lagi pertanyaan yang diajukan oleh peserta malam ini yaitu dari Siti Rohani SMP Negeri 1 kalirejo Lampung Tengah. Widuri Permata AR Lombok Barat'

    Terkait dengan isi pertanyaan peserta. Prof Ekoji memberikan sebuah tips bagaimana bisa memiliki cita-cita untuk menjadi penulis buku mayor. Prof Ekoji memberikan langkah-langkah sesuai dengan pengalamannya masa lalu ini langkah tersebut.

1. Langkah pertama mengunjungi EKOJI CHANNEL 

2. Langkah kedua Tulislah APAPUN YANG SAYA KATAKAN

3. Langkah ketiga strukturkan pembahasannya dalam bentuk 5W1H. Apakah judulnya(WHAT). Mengapa judul tersebut penting (WHY). Siapa yang membutuhkannya (WHO). Dimana judul tersebut dapat diimplementasikan ( WHERE). Kapan menerapkannya (WHEN) dan bagaimana mengimplementasikannya (HOW).

4. Langkah keempat memperlihatkan draftnya.

5. Langkah kelima memperkaya pembahasan dengan menambah konten.

Prof. Eko meminta lima langkah ini dilakukan selama 2-4 minggu. apapun hasilnya beliau meminta untuk diberikan kepadanya di akhir bulan. Setelah jadi bukunya tindakan selanjutnya adalah menyerahkannya kepada penerbit.

    Pada akhir sesi Prof Eko memberikan tantangan kepada para peserta kelas menulis untuk membuka batch baru bertajuk "FEBRUARI ROMANTIS" untuk dapat diikuti oleh maksimum 25 guru-guru yang serius ingin menjadi penulis. Yukk...ikuttt saya menyemangati diri sendiri. ingin sekali bergabung namun saya masih mempertimbangkan beberapa hal penting yang terkait dengan tugas dan pekerjaan saya yang lainnya. Saya belum berani mengajukan diri dengan melanjutkan menulis list yang sudah mencapai 24 peserta. Selamat menerima tantangan ini.



      

9 komentar: