Resume Ke-8
Rabu, 2 Februari 2022
Tema : Mengatasi Writer's Block
Nara Sumber : Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr
Tanpa komando dan berlama-lama lagi saya langsung saja searching di browser. Maklum saya penasaran dengan tampilan Flyer hari ini. Lagi-lagi saya bertemu dengan bahasa inggris. jika sudah begini ujung-ujung saya pasti buka translate. Suka sekali membaca tulisan berbahasa inggris tapi tidak tau artinya. kadang saya hanya nebak arti kosakata saja lalu saya gabung-gabungkan. Setelah sampai di translate semakin ingin tau apa sih artinya "Writer's Block". Saya lanjut menuju Wikipedia. Ketemu dengan artinya. Kebuntuan Menulis Yaitu sebuah keadaan ketika penulis merasa kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya. "Wah, inilah yang saya cari-cari. dari dulu saya berusaha mencari tips-tips secara mandiri bagaimana cara mengatasi kebuntuan saat mau menulis. Seringkali saya kehilangan arah apalagi ide mau menulis. Lalu ingin melawan rasa jenuh agar selesai membuat tulisan. Inilah saat yang tepat buat saya. Ada seorang Nara Sumber yang hebat malam ini bernama Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr. yang pastinya akan memberi trik-trik baru kepada saya agar saya dapat mengatasi persoalan "Mati Ide" saat mau memulai menulis.
Widya Setianingsih mengunci Group. Itu tandanya kegiatan akan dimulai. tepat pukul.20.00 moderator memulai dengan sapaannya yang khas dan ramah. Sapaannya diawali dengan memberi kabar bahwa malang di guyur hujan. tapi tetap terasa hangat karena berjumpa dengan sahabat nusantara yang luar biasa. Terima kasih Ibu Widya sudah menyapa kami semua. Semoga Ibu sehat selalu ya dan dapat memandu jalannya kegiatan malam ini dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. kalimat pembangkit semangat sudah dikumandangkan oleh moderator. sesuai dengan tema malam ini bagaimana cara agar kita dapat menangkal sebuah virus menulis yang beliau beri nama WB Singkatan dari Writer's Block Tema yang sedang saya nantikan malam ini. Sudah ada dokternya kata Ibu Widya. Pasti obatnya sudah di temukan. Itu artinya penyakit yang saya alami selama ini semoga bisa sembuh. hehe... Sambil itu pula Moderator Ibu Widya menyempatkan mengirim link Absen pertemuan malam ini untuk diisi oleh peserta. mari kita mengenal Nara Sumber kita malam ini lebih dekat.
PROFIL
Ditta Widya Utami, S.Pd.,Gr. Adalah salah satu guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat. Lahir di Subang, 23 Mei 1990. Menikah dengan Muhammad Kholil, S.Pd.I. dan telah dikaruniai seoarang anak laki-laki bernama Muhammad fatih Musyfiq. Selain aktif di MGMP, anak kedua dari pasangan Dastewi, S.Pd. dan Tia Makmur Setiana, S.Pd. ini juga aktif di bidang Literasi.
RIWAYAT PENDIDIKAN
SDN Cipeundeuy Subang (1996-2002)
SMPN 1 Cipeundeuy Subang (2002-2005)
SMAN 1 Purwakarta (2005-2008)
Pendidikan Kimia UPI (2008-2012)
SMPN 1 Cipeundeuy Subang (2002-2005)
SMAN 1 Purwakarta (2005-2008)
Pendidikan Kimia UPI (2008-2012)
PPG Daljab A3 UNM (2020)
Karya tunggal :
- Precious (2017-2019), a novel 12 chapter - tersedia di Wattpad (klik di sini)
- Mengapa Tak Kau Tanyakan Saja (2019), a short story 10 chapter - tersedia di Wattpad (klik di sini)
- Djogja Backpacker (2019), a short story 5 chapter - tersedia di Storial (klik di sini)
- Buku "Lelaki di Ladang Tebu" (2020), kumpulan cerpen pendidikan (silahkan cek Instagram @dittawidyautami untuk melihat testimoninya)
- Buku "Membongkar Rahasia Menulis" (2021), kumpulan tulisan selama mengikuti lomba blog PGRI bulan Februari
- Buku "Sepenggal Kisah Corona : Memoar Perjalanan Hidup Selama Satu Tahun Pandemi" (2021)
Buku karya bersama :
- Jejak Langkah Guru Subang (2019) - kumpulan best practice, MGMP IPA Subang
- Guru di Ladang Ilmu (2019) - kumpulan cerpen karya guru, Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat (KPPJB)
- Sepenggal Kisah di Ruang Cipta Pentigraf (2020) - KPPJB
- Dari Mata Air Hingga Muara (2020) - Literasi Subang Bihari dan Berwibawa (Lisangbihwa)
- Pelangi Jiwa (2020) - kumpulan kisah inspiratif, KPPJB
- Pena Digital Guru Milenial (2020) - kisah para guru blogger, PGRI
- Menyongsong Era Baru Pendidikan (2020) - bersama Prof. Eko Indrajit
- Pola Pembelajaran yang Efektif dari Rumah (2020) - Hasil Lomba Blog Hardiknas (PGRI)
- Sumbu Saihu Lisangbihwa (Jan 2021) - antologi puisi Saihu, Saihula, Saihudan bersama Lisangbihwa
- Dendang Asa Dalam Untaian Kata (Jan 2021) - antologi pentigraf bersama KPPJB Regional Subang
- Meniti Asa : Kumpulan Kisah Awal Menjadi Guru (Feb 2021) - KPPJB
- Kelas Bertembok Pelangi (Agustus 2021) - FIMNesia
- Aku Bangga Jadi Anak Muslim (proses cetak) - Jendela Puspita
Prestasi/Penghargaan yang pernah diraih :
- Peraih Parasamya Susastra Nugraha (100 Guru Penulis Jawa Barat) - 2020
- Peraih Parasamya Suratma Nugraha (Penggerak literasi) - 2020
- Penghargaan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kab. Subang sebagai donatur buku - 2020
- Penghargaan Bupati Subang (2020) diusulkan Disdikbud Kab. Subang, diberikan saat HUT PGRI dan Korpri
- Penghargaan Bupati Subang (2021) diusulkan Disarpus Kab. Subang, disampaikan saat HUT Subang ke-73
- Penghargaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang (2021) untuk guru berprestasi disampaikan saat Hardiknas
Komunitas yang diikuti :
- MGMP IPA (Pengurus di Komisariat Kalijati, Subang)
- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)
- Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat (KPPJB)
- Literasi Subang Bihari dan Berwibawa (Lisangbihwa)
- Cakrawala Blogger Guru Nasional (Lagerunal)
Pengalaman/Aktivitas :
- Pengajar Praktik Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 3
- Narasumber Pelatihan Belajar Menulis melalui WA Grup (PGRI)
- Narasumber Belajar Bicara (Webinar APKS PGRI)
- Narasumber di Kelas Pelatihan Kreatif Menulis Agupena Pusat (September, 2021)
- Narasumber di Kelas Menulis Buku Inspirasi, Agupena NTT (September, 2021)
- Narasumber di Kelas Penulis Surabaya (Juli, 2021)
- Narasumber Menulis Bersama Pak Naff, Sumatera (Mei, 2021)
- Membimbing siswa menulis cerpen selama 20 hari hingga lulus ODOP Challenge Lisangbihwa (April, 2021)
- Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cipeundeuy, Subang pada Pemilu 2019
- Membimbing siswa hingga meraih Juara 1 LKTI tingkat kabupaten yang diadakan oleh Dinas Sosial Kab. Subang tentang HIV/AIDS (Nov, 2018)
Demikian profil dari Nara Sumber kegiatan kelas menulis malam ini. Saya mencopy profil beliau langsung dari blog beliau yang linknya di kirim oleh Moderator Widya setianingsih.
bukan hanya moderator saja yang terkesima setelah membaca CV Ibu Ditta. saya juga sama. Kagum dan terpesona. saya sudah membayangkan betapa seorang Ditta yang usianya terpaut jauh lebih muda dengan saya namun memiliki segudang bakat dan prestasi gemilang.
Sesaat kemudian Moderator mempersilahkan Nara Sumber Ditta Widya Utami memasuki ruang kelas. Ditta Widya Utami dengan segera menjawab "Siappp"
Malam ini ada sebuah kejutan dari Nara Sumber. materi malam ini lain daripada materi sebelumnya. Take an action dengan menulis. Nara sumber memberi sebuah tulisan yang berjudul Saat kita berbuat salah. Kemudian peserta diperintahkan untuk membuat Tulisan dalam bentuk lain sesuai dengan keiginan peserta untuk membuat tulisan yang berbeda berdasarkan judul yang diberikan tersebut. saya melakukan apa yang diinstruksikan oleh Ibu Ditta. Saya membuka link blog beliau dan menemukan tulisan itu. sekilas saya membacanya. lalu segera saya membuka Words pada laptop saya dan langsung menulis. Selasai menulis segera saya copy paragraf tersebut lalu saya paste di kolom chat group. ternyata saya menjadi peserta terakhir menulis di kolom chat sebelum waktu di tutup dan grup di kunci kembali. Saya sangat bersyukur bisa membuat tulisan yang sangat pendek. itu artinya saya tidak terserang virus WB seperti apa yang dikatakan oleh Moderator Ibu Widya di awal pembukaan acara kegiatan.
Gambar diatas menjadi penjelasan awal dari Nara Sumber seperti apa yang sudah disampaikan oleh Moderator. tiadak tau mau nulis apa. padahal laptop sudah menyala. kopi terus mengepul. tapi layar masih tetap kosong. "Ucap Ibu Ditta". Mengingatkan saya kepada kejadian yang sering saya alami. saya sering mentok di sini. Bingung mau ngapain. niatnya mau nulis ehh...malah ketiduran lantaran kelamaan bengong. Hehe... Rupanya saat itu saya terserang WB.
Berapa lama WB bisa terjadi? Jawabannya tergantung seberapa cepat seorang penulis mampu mengatasi kondisi WB tersebut. Lalu pertanyaannya mau sampai kapan kita biarkan WB ini berlangsung? tergantung diri kita. Tiap orang berbeda. agar bisa mengatasi Writer's Block, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengetahui penyebabnya. Apa saja sih penyebabnya? Berikut Ibu Ditta membeberkannya kepada kita.
Contoh sederhana dari hal ini bisa dikaitkan dengan minat menulis kita. Misal jika kita minat menulis cerpen. Maka saat kita hendak menulis puisi kemampuan kita akan menjadi lambat. karena kita mencoba tulisan yang bukan menjadi minat. karena untuk menulis puisi tentu kita perlu mengetahui dulu bagaimana cara penulisannya dan yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memperkaya kosakata maupun diksi agar puisi kita bisa menjadi indah dan sarat makna.
Stress, Lelah Fisik/Mental
Saya sering mengalami ini. Disaat kondisi emosi tidak stabil karena beban hidup dan pekerjaan saya tidak bisa melakukan aktifitas dan pekerjaan dengan baik. termasuk ketika saya mau menulis. saat itu kondisi saya sedang stress tak ada sedikitpun terlintas ide di benak saya. Maka untuk mengatasinya Saran yang jitu dari Ibu Ditta adalah beristirahat sejenak. lakukan kegiatan atau hobi yang menyenangkan. Karena bila dipaksakan maka hasilnya akan percuma.
Terlalu perfeksionis
Menjadi perfeksionis itu boleh. Tapi terlalu perfeksionis itu bahaya."Ujar Ibu Ditta Melanjutkan. Iya benar apa yang dikatakan oleh Ibu Ditta. Sempurna itu bukan milik kita Tetapi kepunyaan Tuhan. jika kita merasa bahwa kita telah sempurna maka kita akan fase dimana hidup kita sama seperti pepatah mengatakan"perfectionism kills creativity". Yang artinya merasa diri sempurna justru akan mematikan kreatifitas diri kita. Mengapa? karena kita telah merasa sempurna maka kita tidak perlu lagi melakukan apa-apa. Sudah cukup dengan apa yang kita hasilkan jadi untuk apalagi berusaha dengan hal lainnya. Akan menjadi sangat berbahaya dan buruk atas perkembangan karya dan pruduktifitas kita selanjutnya.
Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. Tulisanmu akan menemukan takdirnya (pada pembaca). Kalau masih khawatir juga, semoga pesan dalam tulisan saya di blog bisa menjadi pengingat. "Bahwa kesalahan itu bukti bahwa kiat bukan manusia yang sempurna". Menjadi kalimat pamungkas Ibu Ditta yang luar biasa dan mampu memberi saya aliran deras semangat baru untuk terus menulis dan menulis sampai saya menjadikan aktifitas menulis sebuah candu yang membuat saya selalu ketagihan untuk selalu aktif menuangkan minat dan karya saya.
Sesi Tanya Jawab
P 1
Assalamu'alaikum
Mutmainah Lebak
Ijin bertanya bu Widya selama belajar menulis kebuntuan berpikir sering sekali datang tak diundang, untuk menulis satu paragraf pun kadang tidak bisa. Meski sudah dibawa rehat, bawa olahraga, kadang sambil nyanyi2 juga. Untuk menghilangkan kebuntuan dalam menulis apa yang harus dilakukan ?
Jawaban yang diberikan Oleh Ibu Ditta
Wa 'alaikum salam wr wb
Terima kasih pertanyaannya Bu Mut.
Beberapa cara berikut semoga bisa membantu:
1. Gunakan cara Omjay yaitu buat tulisan dari foto. Silakan cari foto apa pun. Yang paling berkesan boleh. Mau foto mantan yang kini jadi suami juga boleh. Hehe. Cuuus ... Tulis deh apa pun yang berhubungan dengan foto itu.
2. Ga cuma foto. Coba dengar musik, lantunan ayat suci, lihat sekeliling. Percayalah. Bahkan dari jemuran pun, Bu Mutmainah pa
Pertanyaan yang kedua ini adalah pertanyaan yang saya ajukan sendiri.
P2
Selamat malam🙏
Saya kadek suprapto
Sd inpres 2 kayu agung kab. Parigi moutong
Tanya: bisa jelaskan maksud dari penyebab WB Yaitu salah satunya pada saat kita menentukan topik baru? Terima kasih bu Ditta
Saya mendapat jawaban yang sangat memuaskan dari beliau. Seperti ini jawabannya
Contoh sederhananya misal saat akan mengikuti lomba menulis. Biasanya, dalam setiap lomba menulis sudah ditentukan tema atau topik yang harus ditulis.
Nah, ketika kita ingin ikut namun merasa asing dengan topik yang ada/baru. Tentu kita tak serta merta bisa lancar menulis bukan?
Kalau kita biarkan WB menyerang, mungkin kita akan berhenti mengikuti lomba.
Namun, jika kita memilih menepis virus WB, dengan mencari berbagai referensi misalnya. Maka, insya Allah virus WB nya bakal jauh jauh deh.
Ada 9 pertanyaan yang meluncur deras malam dari peserta dan di jawab sangat deras juga oleh Nara Sumber hebat Ibu Ditta. membuktikan kepiawaian beliau dalam menulis. pengalaman serta bakat dan minat yang sudah melekat pada diri beliau menjadikan perjalanannya di dunia penulisan berbuah manis. Sampai diakhir sesi Ibu Ditta menutup acara malam ini dengan lantunan kalimat inspiratif "Aku akan menulis 1000 buku, dalam waktu 1000 tahun, meskipun 1000 rintangan silih ganti menghadang"
Begitu Syahdu dan mendayu...mampu mengantar tidur saya di paraduan malam ini. dan mengingatkan saya bangun keesokan hari untuk melakukan komitmen kepada diri sendiri. karena semua itu dapat terwujud jika saya mau dan tekun melaksanakan komitmen diri itu dengan semangat yang di bangkitkan dari dalam diri.
terima aksih sdh mengerjkan tugas resumenya dengan sangat baik, semoga kelak menjadi buku yg bermutu.
BalasHapusAmin Om Jay yang hebat dan Super yg selalu menginspirasi saya
HapusMntap pak kadek
BalasHapusTerima kasih ibu Cut Nisa yang luar biasa
HapusKereeeen dan mantulllll
BalasHapusRapi, tertata..mantap
BalasHapussemakin mantap pak,
BalasHapusMantap . lengkap pak
BalasHapusResume paket komplit, mantap pak
BalasHapusResume bpk komplit..pake banget...mantap..👍👍
BalasHapusMantapppp sekali pak
BalasHapusSangat lengkap
BalasHapus👌💯 lengkap
BalasHapusTulisan mantap
BalasHapusBloggnya juga mantap Pak....
Sama-sana bunda cantik.
BalasHapusPerlu diApplaus neee.... 👏👏👏mantabzzz. Terimakasih sudah mengikuti duo Widya🥰
Lengkap banget pak
BalasHapusLuar biasa.......mntap. Semangat terus kita pasti bisa
BalasHapus