Resume Ke-13
Senin, 14 Februari 2022
Tema: Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan
Nara Sumber: Susanto, S.Pd
Tepat 14 Februari pukul.14.00 Cinta Kasih dan sayang Tuhan tak terbendung menghampiri. Saya menyebutnya Februari Romantis sekaligus Februari bersejarah. Jika Tuhan sudah membuka pintu, tak satupun yang bisa menutupnya.(Wahyu 3:7). Bila DIA mengangkat aku tiada yang dapat merendahkannku. Tugas baru, tanggungjawab baru. Semua oleh karena kasih dan anugerahMU. Seperti itu saya menulis status di linimasa facebook. Seketika saya melayani begitu banyak komentar. Saya kebanjiran komentar ucapan selamat dari sahabat-sahabat yang mengenal saya. Isi komentar mereka bermacam-macam. Ada yang sedih, merasa kehilangan, bangga, berucap syukur, dan ucapan-ucapan yang lainnya. Bahkan ada yang mengucapkan selamat lewat mesengger. Salah seorang pemilik warung langganan saya. saya jadi sedih membaca inboxnya. berbagai ucapan dan kalimat panjang disampaikan kepada saya sebagai kata perpisahan dengan tak lupa berpesan bila kelak datang untuk sekedar singgah, "jangan lupa mampir ya pak!". Demikian ia menulis pesannya.
Oiya saya hampir lupa menceritakan mengapa saya menulis status seperti itu di lini masa facebook saya. Hari ini saya telah resmi menjadi seorang kepala sekolah di Sd Inpres Gunungsari setelah dilantik pada tanggal 7 Februari tahun 2022. Rasa syukur itulah yang saya ingin ungkapan lewat media sosial. Seperti Kata Om Jay bahwa menulislah apa yang ingin kamu tulis. Menulislah setiap hari. Apapun ide yang terlintas dipikiranmu, jadikanlah itu sebuah tulisan. Saya sudah mulai mendapatka passion untuk menulis meski masih tersendat-sendat namun saya sudah selalu memikirkan ide setiap hari untuk saya tulis. Hari ini saya punya ide pas. Bertepatan dengan tanggal 14 Februari sebuah momen sangat penting terjadi maka jadilah awal paragraf resume ke-13 ini dengan petikan kalimat status saya yang ada di Facebook.
Malam ini adalah pertemuan Ke-13 dengan Tema Proofreading sebelum menerbitkan tulisan. Nara Sumber materi adalah Susanto, S.Pd, berasal dari Tolitoli Sulawesi Tengah. Beliau adalah seoarang penagajar di SMK Negeri 1 Tolitoli. Salah satu alumni BM angkatan 19. Bertindak sebagai moderator adalah Bapak Muliadi.
Membaca Proofreading saya langsung ingin tahu apa itu? seperti biasa jika menemukan kata sulit pasti saya langsung minta bantuan Om Google untuk menjawabnya. Penasaran dengan kata itu lantas saya ketik di pencaraian google bertemulah saya dengan artinya.
Proofreading adalah aktivitas memeriksa kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum dipublikasikan atau dibagikan. Ini adalah tahap paling akhir dari proses penulisan, ketiak anda memperbaiki kesalahan ejaan dan tanda baca kecil, kesalahan ketik, masalah pemformatan, dan inkosistensi. Itulah informasi yang saya dapatkan dari pencarian saya di Google. Saya belum ketahui apakah informasi ini akan sama seperti materi yang akan disampaikan oleh Nara Sumber Bapak Susanto. Mari kita simak penyampaian Beliau.
Jika kamu tidak dapat menjelaskan sesuatu dengan sederhana, kamu tidak cukup memahaminya - Albert Einstein. Sebuah petikan kalimat membuka sua dari Pak Muliadi. Ungkapan diatas menyiratkan pentingnya menyusun atau menata kalimat dengan sederhana sehingga mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca. Unsur kesederhanaan bukan hanya soal struktur kalimat, tetapi bisa jadi karena kesalahan yang tidak disengaja oleh penulisnya, seperti salah ketik atau typo. Bukankah kata atau kalimat yang tadinya sederhana, bisa menjadi sulit dipahami karena kurang huruf, atau huruf tertukar? dan ini lazim terjadi dalam menulis naskah. Sepertinya pencarian saya di Google tentang Proofreading sudah menemukan kesamaan dengan penjelasan awal dari Pak Muliadi.
Sebelum melanjutkan penjelasan kita mengenal dulu siapa gerangan Pak Muliadi Sang Nara Sumber kita.
Susanto (PakDSus)
Halo, nama lengkap saya, Susanto. Membuat blog pada tahun 2009, namun benar-benar 'ngeblog' sejak pandemi Covid-19 setelah ikut kelas Omjay Gelombang 15.
Nickname: Pak D Antok, Pak D Susanto, PakDSus, dan panggilan dalam komunitas penulis dan KKG adalah Pak D saja. Selain anak tertua, sehingga semua keponakan memanggil saya memanggil saya Pak Dhe, pun karena saya tinggal di desa D. Tegalrejo.
Susanto D, artinya Susanto yang tinggal di desa D. Akhirnya huruf D yang diucapkan De menjadi 'brand' pada blog maupun komunikasi dengan sesama blogger di grup Whatsapp.
Tugumulyo, Kab. Musi Rawas, Sumsel +62 813-7335-3014
sus.54nto@gmail.com
https://blogsusanto.com/
PENDIDIKAN
SEDIKIT KEAHLIAN
S1 PGSD BI (2017) Universitas Terbuka, UPBJJ Palembang S1 PBSI (2006) STKIP PGRI Lubuklinggau
Penulis Kreator Konten Editor
Terkait dengan Proofreading atau saya mengartikan sendiri yaitu memeriksa dan memperbaiki kembali kesalahan penulisan, Pak Susanto memberi sebuah contoh kalimat yang ditulis oleh Bu Nur. Begini bunyi kalimat itu. "Hmm...aku akan membuat cerita fiksi berdasarkan kiat-kiat dari Pak Mazmo." Kata Cici. dari contoh kalimat ini lalu kemudian Pak Susanto melakukan Proofreading. kalimat tersebut diperbaiki menjadi "Hmm ... aku akan mulai membuat cerita fiksi berdasarkan kiat-kiat dari Pak Mazmo,"kata Cici. Diman letak bedanya dari kedua kalimat yang sama ini. mari kita perhatikan. Tanda Elipsis/Titik Tiga (...) dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang dihilangkan, biasanya memberikan jeda pada dialog. Menurut PUEBI tanda elipsis itu didahului dan diikuti spasi. Mengapa kata "kata" ditulis dengan huruf kecil? hal ini berkaitan dengan aturan penulisan "dialog tag". Jadi dengan melakukan proofreading, kesalahan yang dimaksud di sini termasuk kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama dan istilah, hingga pemenggalan kata dapat di diminimalkan.
Kita mungkin merasa jika tahapan pembacaan ini sama saja dengan editing yang dilakukan oleh editor. namun, sebenarnya keduanya berbeda. editing lebih fokus pada aspek kebahasaan, sedangkan proofreading selain aspek kebahasaan, juga harus memperhatikan isi atau substansi dari sebuah tulisan. Jadi proofreading tidak sekedar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum.
Tugas seorang Proofreading
Tugas seorang Proofreading bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca. Seorang Proofreading juga harus bisa memastikan bahwa tulisan yang sedang ia uji-baca bisa diterima logika dan dipahami. Ia harus dapat mengenali:
Apakah sebuah kalimat efektif atau tidak
Susunannya sudah tepat atau belum substansi sebuah tulisan dapat dipahami oleh pembaca atau tidak.
Katakanlah seorang Proofreading mendapatkan tugas untuk menguji-baca sebuah teks terjemahan. Output yang dihasilkannya adalah sebuah teks yang mudah dipahami meski bagi orang yang tidak mengetahui bahasa asal teks terjemahan tersebut.
Jadi, tugas seorang proofreading adalah untuk membuat teks yang mudah dipahami meski bagi orang yang tidak mengertahui bahasa asal teks terjemahan tersebut.
Mengapa harus melakukan Proofreading
Proofreading merupakan tahapan penulisan yang sebaiknya tidak anda lewatkan. Terutama jika anda berniat untuk menerbitkan karya tulis kepada khalayak luas.
Yang sering terjadi
Ketika sedang menulis muncul keinginan agar tulisan ini sempurna . Sehingga, muncul kekhawatiran: : nanti tulisan jelak, tidak layak dibaca, banyak kesalahan ejaan, kalimatnya tidak pas, dan sebagainya. Akhirnya terjebak untuk segera memperbaiki.
Hal lain , misalnya seorang blogger peserta kelas menulis, ingin segera menerbitkan tulisan. Begitu selesai menulis, mungkin karena mengejar target atau ingin segera memublikasikan, langsung klik tombol kirim.
Jika itu yang dilakukan, apa yang terjadi?
Yang Pertama, alih-alih tulisan menjadi lebih baik, malah tulisan "nggak jadi-jadi".
Lalu, maksud hati membuat tulisan yang menarik, akibat kekurangancermatan dalam penegtikan tulisan di blog, tulisan menjadi berkurang, nilai kemenarikannya. Sayang,'kan?
Yang kedua, tulisan di blog masih terdapat kesalahan (ejaan atau struktur kalimat). Meskipun, seiring dengan waktu, kemampuan anda kesalahan itu akan banyak berkurang. Nyatanya, ketika Bapak dan Ibu berlomba menerbitkan tulisannya sudah enak dibaca.
Posisikan diri sebagai "CALON PEMBACA"
Langkah Pertama
Merevisi draf awal teks, seringkali membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan atau menghapus seluruh bagian.
Langkah Kedua
Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.
Langkah Ketiga
Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat kalimat yang ambigu.
Yang keempat
1. Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit
2. Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI
3. Konsistensi nama dan ketentuannya
4. Perhatikan judul bab dan penomorannya
Cara mudah melakukan proofreading terutama pada Typo
Simak video berikut ini
Video ini sebagai penjelasan paling akhir dari Nara Sumber Pak Susanto. Banyak ilmu yang bisa kita dapatkan dari Pak Susanto. Saya banyak mendapatkan pencerahan sekaligus semakin menambah wawasan saya tentang Proofreading sehingga di tulisan-tulisan saya yang berikut saya dapat secara mandiri mampu mengoreksi dan memperbaiki hasil tulisan saya sehingga layak di baca dan logis.
Mantap....rapi...keren....
BalasHapusTerima kasih bu parny terlambat kirim saya
HapusLuar biasa pak Kadek dan selamat ya dengan pengankatan sebagai Kepala Sekolah..
BalasHapusterima kasih ya Bu Nur ... Ibu Semangat ya sukses selalu Bu
BalasHapusSelamat pak menjadi Kepala Sekolah. Gunung Sari nya di mana?
BalasHapusResume yang menarik.
BalasHapusSelamat pak Kadek 👏👏👏 ini sya Allah gurunya akan giat berliterasi mendapatkan kepala sekolah yg aware dengan literasi. Ikut bangga dengan pencapaian bapak. Selamat bekerja pak Kepsek 💪💪💪
BalasHapusSelamat ya pak dengan jabatan barunya, berarti bpk sdh naik kelas. Ikut berbangga pak, semoga tambah bijaksana
BalasHapusSelamat untuk sudah menduduki jabatan baru pak
BalasHapusLuar biasa...selamat ya Pak...semoga gaung literasi di sekolahnya juga samakin mantab....salam sukses
BalasHapusSemangat.......semoga kita bisa menyelesaikan tantangan ini hingga akhir kelulusan....salam.literasi
BalasHapusOptimis kumpulan resumenya jadi naskah buku, keren.
BalasHapus