Rabu, 16 Februari 2022
Tema: Menulis Buku Terbaik Perpusnas
Nara Sumber: Dr. Mudafiatun Isriyah
Malam ini saya tertinggal lebih dari setengah jam. Banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan hari ini. Mulai tadi pagi sampai lepas magrib saya masih berkutat di layar laptop. Meski harus mengejar materi dengan sedikit terburu namun tetap berusaha bisa mengikutinya dengan baik. Saya membuka blog dan segera memberi judul sama seperti perlakuan saya sebelumnya terhadap halaman blog saya saat saya hendak menulis resume.
"Apabila kamu telah selesai dengan suatu urusan, maka segera kerjakan urusan lainnya". Kalimat Ibu Widya ini seolah mengingatkan saya pada urusan saya hari ini. Bertubi-tubi saya mengerjakan pekerjaan. Satu selesai berikut lanjut kepada kerja yang lainnya. Di penghujung lelah saya selalu mengucap syukur karena bisa melewati hari ini dengan mengerjakan tugas dan pekerjaan dengan baik dan percaya bahwa apa yang telah saya kerjakan menjadi ibadah buat saya.
Narasumber pada pertemuan pelatihan ke-14 adalah Dr. Mudafiatun Isriyah, S.Pd,M.Pd Beliau dosen dan pengajar di FIP prodi BK UNIPAR Jember.
CURRICULUM VITAE
A.
Biodata
Pribadi
1.
Nama : Dr. Mudafiatun
Isriyah, SP.d, M.Pd
2.
Jenis
Kelamin : Perempuan
3.
Tempat
tanggal lahir : Lumajang, 21 April 1969
4.
Kebangsaan : Indonesia
5.
Status : Menikah
6.
Tinggi,
Berat Badan : 152cm/ 53 kg
7.
Agama : Islam
8.
No.
Hp :
+6282226529305
9.
Email : ieiezcla@gmail.com/ ieiezcla@mail.unipar.co.id
B.
Riwayat
Pendidikan
1.
SD : SD Negeri 1
Wonorejo Lumajang
2.
SMP : SMP N 1 Lumajang
3.
SMA : SMA Negeri 1 Tempeh
Lumajang
4.
Perguruan
Tinggi : 1. S1 PAI UMM Malang
2. S1 BK UNIPAR Jember
3. S2 PAUD UNESA Surabaya
4. S3 BK UM Malang
C.
Riwayat
Pendidikan dan Pelatihan
1.
Published
Jurnal International: Classical Philosophy: Influence the Education Philosophy
og Age
2.
Published:
Pengembangan Tari Glethak Untuk Mneingkatkan Gerak Non Lokomotor Anak Usia Dini
3.
Prosiding
Unesa: Pengembangan Video Pembelajaran untuk Mneingkatkan Empati Anak Usia Dini
4.
Published
International Journal of Psychosocial Rehabilitation: Online Guidance Study On
The Enchancement Of Completeness In Completing The Final Duties Of Distance
Students.
5.
Published: PRAKTIK
PSYCHOLOGY INDIGENOUS DALAM PENDIDIKAN PESANTREN
KHR.
As’ad Syamsul Arifin Pondok Pesantren Salafiah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo
(P2S4).
6. Published Jurnal International:
Building Social Resilience After the Semeru Slope Eruption Disaster
7. Published Jurnal International:
Developing An Online Guidance Model To
Increase The Social Presence Of Distance
Education Students
8.
Majalah Aisyiyah: Model Hadhānah
Anak dalam Islam: Panduan Keterlibatan dan Dukungan.
9. Published Jurnal International:
Talking to 1-3 year olds: complex problems from the child's perspective
10. Published Jurnal International: Social
Presence Online Tutoring: A study of Peer Effect Mechanisms
11. Published Jurnal International: Identification
Of Factors That Influence The Effectiveness Of The Online Guidance In Social
Presence Model Of Dissistent Education
12. Published Jurnal International New Student Problem-Solving
Using Online Social Presence and Technology Acceptance Guidance Model
13.
D.
Menulis
Buku
1.
Peran
Guru dan Orang Tua Sebagai Pusat Sumber Belajar, ISBN: 978-602-60894-1-0
2.
Antologi
Social Presence: Kunci Sukses Distance Learning, ISBN: 978-623-7917-57-1
3.
Trik
Menulis di Kala Sibuk, ISBN: 978-623-6510-01-8
4. Implementasi
Social Presence dalam Bimbingan Online. Dalam Perspektif Komunikasi Personal,
Interpersonal, dan Impersonal, ISBN: 978-623-01-0786-3
5. Model
Bimbingan Online untuk Meningkatkan Social Presence Mahasiswa Pendidikan Jarak
Jauh
6.
Panduan
Bimbingan Peningkatan Sosial Presence bagi Mahasiswa PJJ
7.
Self
Healing dalam Seni Melukis
E.
Prestasi
1.
Pemenang
Buku Terbaik 1 (Tema Pendidikan Jarak Jauh) Perpusnas 13 September 2021) Judul
Buku: Implementasi Social Presence dalam Bimbingan Online dalam
Perspektif Komunikasi Personal, Interpersonal dan Impersonal ISBN:
978-623-01-0786-3
2.
Best
Paper 1: Seminar Nasional FIP BK UM 2021: Online
Guidance and Counseling Social Presence: Patterns of Cognitive Presence and
Guidance Attendance
3.
Kepala
sekolah berprestasi
F.
Pengalaman
Organisasi dengan PGRI dalam penulisan BUKU
1.
Menulis
Antologi Judul: Semangat Menulis Bersama Bu Kanjeng
2.
Buku:
Persembahan Cinta Untuk Guru
3.
Buku:
Sukses dengan Merdeka Belajar
4.
Mitra
Bestari
5.
Reviewer
jurnal
G.
Keahlian
(Skill)
1.
Konselor
H.
Pengalaman
Bekerja dan Referensi
1.
Mengelola
PAUD PGRI Tempeh Kab. Lumajang (TK dan KB)
2.
Asesor
BAN PAUD dan PNF sampai sekarang
3.
Mengajar
Prodi PAUD di IKIP PGRI Jember sampai sekarang
4.
Kepala
Lab. PAUD UNIPAR
5.
Ketua
Prodi BK UNIPAR
6.
Mengajar
Prodi BK UNIPAR sampai sekarang
7.
Mengajar
Pascasarjana UNIPAR sampai sekarang
Di awal jumpa Ibu Mudafiatun menyampaikan kata-kata motivasi dan semangat kepada peserta pelatihan yang berkata"patutlah kiranya malam ini mjd malam pengawal semangat menulis unt menjajagi dunia penulisan di Penerbit Mayor spt penerbit Andi unt mendobrak sekuat tenaga kita agar tiap tahun nya kitalah pemenangnya diperpusnas jkt, th 2022 adalah milik kita, bgmn???? Sepakattt???? Yukkk dimulai menanamkan sepakat nya dg action action action".
menulis merupakan salah satu kegiatan berbahasa, tetapi tidak
semua orang terampil berbahasa dapat menulis dengan baik. Menulis
memang tidak mudah, tetapi jangan Anda bayangkan bahwa menulis adalah
kegiatan yang sangat sulit dan jangan pula Anda pernah berpendapat bahwa
menulis sangat erat kaitannya dengan bakat. Lebih lanjut Ibu Mudafiatun berucap.
Menulis sama dengan
keterampilan-keterampilan yang lain seperti keterampilan membuat kue,
membuat anyaman, berhitung, komputer, dan lain-lain yang dapat diperoleh
dengan cara mempelajarinya dan mempraktikkannya. Setiap keterampilan
yang diperoleh dengan cara mempraktikkannya harus sering diulang-ulang
atau dilatih secara menerus atau berkesinambungan.
Menulis adalah sebuah keterampilan berbahasa dan Anda adalah guru
bahasa Indonesia, selanjutnya pasti Anda mengerti. Ya, Anda tidak punya
pilihan lain, suka atau tidak suka Anda harus bisa menulis atau mengarang.
Sulit membayangkan seseorang yang harus mengajarkan menulis tetapi tidak
pernah memiliki pengalaman menulis. Sukar diterima akal sehat seseorang
yang membenci mengarang dapat mengajarkan mengarang dengan baik
kepada para siswanya. Lalu, bagaimana nasib pengajaran menulis yang ia
lakukan? Bagaimana pula proses dan hasil belajar menulis yang akan dialami
siswanya?. Masih terus menyimak apa yang di sampaikan oleh Ibu Mudafiatun saya terus membaca dan menyalin kembali apa yang disampaikan oleh beliau tentang semangat menulis kepada semua peserta pelatihan.
Menarik buat saya pada satu ucapan Ibu Mudafiatun yaitu salah satu penyebab mengapa orang tidak suka dan menghindar dari menulis karena ia tidak memiliki pemahaman yang memadai mengenai apa, mengapa, dan bagaimana menulis itu. "Hasilnya tentu tidak maksimal alias zonk". Menyahut moderator menimpali apa yang dikatakan oleh Ibu Mudafiatun. Saya pun setuju dan menganggukan kepala. Tetapi anggukan saya itu tidak terlihat oleh beliau hehe...
Apa saja yang akan di jelaskan oleh Narasumber Ibu Mudafiatun pada materi pelatihan ini? Mari kita simak bersama.
1. menjelaskan pengertian menulis;
2. menguraikan manfaat menulis;
3. mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keengganan seseorang dalam
menulis;
4. menerangkan mitos-mitos dalam menulis;
5. menemukan hubungan menulis dengan berbagai aspek keterampilan
berbahasa lainnya;
6. menjelaskan pengertian menulis sebagai proses; serta
7. menjabarkan setiap fase dalam proses menulis
Apa pun rumusan pengertian yang Anda kemukakan, menulis pada
dasarnya merupakan suatu bentuk komunikasi berbahasa (verbal) yang
menggunakan simbol-simbol tulis sebagai mediumnya. Sebagai sebuah
ragam komunikasi, dalam menulis setidaknya terdapat empat unsur yang
terlibat. Keempat unsur itu adalah:
1. penulis sebagai penyampai pesan,
2. pesan atau sesuatu yang disampaikan penulis,
3. saluran atau medium
berupa lambang-lambang bahasa tulis seperti huruf dan tanda baca, serta
4. penerima pesan, yaitu pembaca, sebagai penerima pesan yang
disampaikan oleh penulis.
Fungsi dan tujuan menulis
Fungsi personal, yaitu mengekspresikan pikiran, sikap, atau perasaan
pelakunya, yang diungkapkan melalui misalnya surat atau buku harian.
2. Fungsi instrumental (direktif), yaitu mempengaruhi sikap dan pendapat
orang lain.
3. Fungsi interaksional, yaitu menjalin hubungan sosial.
4. Fungsi informatif, yaitu menyampaikan informasi, termasuk ilmu
pengetahuan.
5. Fungsi estetis, yaitu untuk mengungkapkan atau memenuhi rasa
keindahan.
Tujuan menulis
a. Mengubah keyakinan pembaca.
b. Menanamkan suatu pemahaman kepada pembaca.
c. Merangsang proses berpikir pembaca.
d. Menyenangkan dan menghibur pembaca.
e. Memberitahu pembaca.
f. Memotivasi pembaca
Manfaat Menulis
a. Peningkatan kecerdasan.
b. Pengembangan insiatif dan kreativitas.
c. Penumbuhan keberanian.
d. Pendorong kemauan dan keterampilan mengumpulkan informasi.
Hairston (Nursisto, 1999: 8) juga mamaparkan beberapa manfaat menulis
sebagai berikut.
a. Sarana untuk menemukan sesuatu.
b. Memunculkan ide baru.
c. Melatih keterampilan mengorganisasi dan menjernihkan sebagai
konsep atau ide.
d. Melatih sikap objektif pada diri seseorang.
e. Membantu meyerap dan memproses informasi.
f. Melatih untuk berpikir aktif
Setelah mengetahui alasan menulis manfaat dan tujuan, sekarang tentukan tujuan kita. Apa yang akan kita tulis. Yaitu Mengembangkan Ide
Ide biasanya didapatkan dari berbagai sumber, antara lain dengan: membaca buku,
membaca jurnal ilmiah, berdiskusi, menghadiri seminar, mengamati fenomena di masyarakat,
atau berasal dari sumber lainnya. Bila mendapatkan
ide, segeralah menulis di kertas, buku catatan atau media lainnya agar bisa ditindak lanjuti bila
telah punya waktu untuk memulai proses penulisan. Hal ini dibutuhkan untuk menghindari
hilangnya ide saat itu.
Saya merasa penasaran dengan yang dikatakan oleh Ibu Mudafiatun"Apa itu Novelty?". Beliau menjawab Novelty adalah unsur kebaruan atau temuan dari sebuah tulisan. Tulisan dikatakan baik jika menemukan unsur temuan baru sehingga memiliki kontribusi baik bagi keilmuan maupun bagi kehidupan. Dalam hal ini jika kondisi tersebut tidak sama dengan milik orang lain, maka kemungkinan tulisan kita mengandung unsur novelty.
Sebuah pertanyaan yang juga menggambarkan diri saya tentang bagaimana aktifitas menulis saya selama ini yaitu pertanyaan yang berasal dari Sang moderator acara. Pertanyaannya
1. Bunda tadi berkata, dimanakah passion Anda.
Sampai sejauh ini saya belum faham arah passion saya kemana bun. Semuanya setengah mateng kayak telor ceplok. 🤭
Puisi setengah2, cerpen belum keren2 amat. Non fiksi apalagi.
Bagaimana agar kita yakin ttg passion kita?
Bagaimana cara memantapkannya.
2. Bunda tadi mengungkapkan
sebuah tulisan jika tdk merujuk dari para ahli sebelumnya, maka tulisan itu HAMPA, ini kata kuncinya......❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Bisa diperjelas bun.
Apakah maksudnya merujuk para ahli? Apa semua tulisan kita harus merujuk para ahli
3. Bagaimana caranya bunda bisa mendapat penghargaan perpusnas.
Cerita dong buun...
Begini jawaban dari Narasumber Ibu Mudafiatun
1, pasiion itu apa yg di sukai saat itu, kalo saat ini pingin bikin puisi yaa penuhi syarat2 nya, namun puisi dengan tuliasan ilmiah beda ya, pahami perbedaannya dulu
2. sebuah tulisan untuk saat ini tdk akan mungkin kita menulis hasil karya sendiri yg tdk pernah ada di belahan bumi krn usia bumi sdh tua dan lama shg pasti semua sdh ada, lantas bagaimna cara kita supaya bisa menulis yg baik? inilah fungsi dari sebuah rujukan, referensi, daftar pustaka, ahli sebelumnya, tokoh sebelumnya...ini maksdnya merujuk pada tulisan yg sdh mendahului....bukan pada pahlawan yg telah mendahului kita ya, ini namanya mengheningkan cipta. Sangat jelas dan humoris jawaban Ibu Mudafiatun saya jadi tersenyum membaca jawaban beliau.
3. cara untuk mendapatkan penghargaan itu rahasia bangett mau tahu gaa.....inilah rahasianya...awas lohh ga niru...tak tembak dari Lumajang. Semakin saya melebarkan senyum saya membaca jawaban yang ketiga ini.
Kita menuju pada pertanyaan kedua kali ini berasal dari peserta pelatiahan
P2
Saya Zikria dari Cilacap
Kalau saya lebih suka ke fungsi personal dan estetis.
Namun masih terganjal oleh rasa tidak PD dan belum banyak kosakata yang dimiliki.
Nah pertanyaannya saya bagaimana proses ibu bisa sampai sukses menjadi penulis terbaik perpusnas?
Jawab
Sy kira ini jwbn paling tepat unt pertanyaan P 2 Zikria, Percaya Diri itu bisa dihilangkan dg nulislah selalu jgn berhenti smpi passion itu ada...kalo berhenti maka kembali nol, jika tdk mau, sesulit apakah kok tdk mau menulis? Padahal apa yg kita bicarakan ini adalah sejatinya sdh menulis jika itu di tulis, ini sy menulis pakai HP menuangkan ide dlm otak ku curahkan dlm kalimat, jadilah tulisan.
Unt memperdalam bgmn menulis agar Percaya Diri lebih, mulailah menulis di blog, di gabung mjd Antologi, nah ini ada tantangan menulis, silakan bergabung nanti akan mjd suatu passion saudara.
P3
Assalamualaikum wr, wb.
Salam sehat, Ibu Dr. Mudafiatun Isriyah, SP.d, M.Pd
Maria dari Jakarta tak berkedip membaca identitas dan segunung prestasi dengan segala judul buku yang belum pernah saya baca. Penasaran untuk memeluk buku tersebut.
Saya senang dengan pelatihan ini berkenalan dengan narasamber yang ikhlas berbagi dan humble (Ibu moderator senang banget sudah bertemu dengan, Ibu)
Ibu. Izinkan saya bertanya,
1.Bagaimana seorang, Penulis sebagai penyampai pesan mampu menuangkan ide dengan kosa kata atau kalimat yang runtun?
2.Apa yang saya lakukan sebagai penulis pemula sehingga berhasil menulis mencapai tujuan? Masih sering putus di tengah paragraph. Hehehe Maaf bukan Kayak Layangan Putus, Ibu Doktor.
3. Bagaimana tehnik atau strategi agar fungsi secara estetika sampai kepada pembaca?
4. Bagaimana sejatinya menulis “Resume” materi yang renyah dan cepat dilakukan?
Terima kasih atas kebaikan, Ibu . Salam literasi
Masih secara berurutan saya menempatkan pertanyaan-pertanyaan peserta. kali ini urutan yang keempat.
P 4
Parni -Gel 23-Wonosari Gunungkidul
Susah mengubah menumbuhkan komitmen untuk rutin menulis. Merangkai kata tak semudah yg dibayangkan
Adakah trik khusus?
Jawab
ini butuh referensi
menulis itu di sandingkan dg buku jurnal artikel apapun yg relevan maka kita akan banyak kata kalimat yg dirangkaikan
menulis jgn dibuat sulit, action saja....tulis saja...nanti akan ketemu passion dan novelty.
P 5
Assalamu'alaikum bunda Muda
Mutmainah Lebak
Dalam menulis begitu banyak kosa kata yang dibutuhkan. Untuk menyusun kata perkata menjadi kalimat saya sering kesusahan. Bagaimana agar ide menulis mengalir begitu saja bunda tanpa harus memeras otak sampai jungkir balik.
Jawab
menulis ini merupakan terapi penyembuhan pikiran dan batin, jgn sebaliknya menulis jd memeras otak, sayang kan, otak buat muter cari duit saja ngge bund...heheheh bercanda
Bunda Mutmainah dari Lebak, menulis itu menyusun kata SPOK, coba skr buat kata dg teman di tentukan misalnya tema PASAR, susun kata yg ada kaitannya dg PAsar, kmd di gandeng mjd kalimat SPOK, mudah kan
misalnya Ibu membeli buah di pasar (SPOK) ini menyusun kata mjd kalimat, ini yg ibu susun mjd paragraf.
Demikian saya merangkum beberapa pertanyaan dari peserta. Meski hanya beberapa saja namun penejelasan dari Ibu Mudafiatun sudah sangat membantu saya menemukan pemahaman, cara, trik bahkan semangat untuk menulis.
Diperhentian akhir pertemuan materi sebuah kalimat puitis menutup sua. Saya melirik waktu sudah semakin larut. Ingin rasanya rebahan karena pegal dipunggung sudah mulai memerintah untuk segera meluruskan badan di peraduan malam.
Sobat nusantara yamg luar biasa.
Waktu seakan cemburu melihat keromatisan kita. Maka sebelum waktu membunuh kedekatan kita. Biarkan kita mengalah untuk berpisah.
" Waktupun mengurai tetesan hujan menjadi bulir-bulir kenangan. Ia menelusuk tanpa permisi menuju nurani."
Makinnnn kereeeen aza
BalasHapusTerima kasih bu Parny.
HapusBiarpun telat...tetap keren koq..pak..👍👍
BalasHapusTerima kasih Bu Eni ...telatan saya kalau menulis Bu ... hehe
Hapusjaga kesehatannya pak... istrahat adalah suatu keharusan ketika raga sudah meminta.
BalasHapusitulah permohonan raga ketika lelah sudah memasuki seluruh sanubari kita.
semangat pak!
Wah ... membaca komentar Pak Frans saya langsung mendapat semangat. Terima kasih Pak Frans. Bapak juga sehat selalu ya.
HapusMantap pak, lengkap dan tetap semangat
BalasHapusTerima kasih Ibu Nuryani.
BalasHapusWah lengkap resumenya pak Kadek. In syaAllah lelah sekarang menjadi berkah di kemudian hari. Tetap bersemangat pak Kepala
BalasHapusMenulis dari hati, moga pesan tersampaikan ke hati pembaca. Sukses Pak!
BalasHapusResumenya lengkap, semangat menulis, mari mulai self healing
BalasHapusKomplit enak dibaca
BalasHapusTetap semangat ya Pak...jaga kesehatan salam sukses
BalasHapusSehat selalu Pak Kadek..diantara banyak tugas dan kewajiban ada nikmat yang kita dapat dan syukuri...smangat.luar biasa
BalasHapusBenar-benar semangat pak bikin resumnya👍
BalasHapusAlhamdulillah masih terus beraktivitas tandanya kita sehat dan produktif. Mantapzzz... Semoga segera melaju menuju buku solo
BalasHapusLengkap Pak Keren
BalasHapusTerlambat lebih baik daripada tidak sama sekali,tetap semangat
BalasHapusLengkap banget resumenya...tetap semangat Pak...
BalasHapusWaah mantap mas serasa diskusi kbali sukses selalu mas
BalasHapus