Resume Ke-15
Jumat, 18 Februari 2022
Tema: Konsep Buku Nonfiksi
Narasumber: Musiin, M.Pd
Hari ini saya terima Challenge lagi ... semakin merasa nyaman berada di zona tidak nyaman. Saya teringat seorang sahabat berkata" pekerjaan yang di cari-cari sendiri". "salah sendiri". Kalimat ini ia katakan saat menyampaikan pesan dan kesan pada acara penamatan lulusan Guru Penggerak Angkatan 1 Kabupaten Parigi Moutong pada bulan November 2021. Tetapi tanpa disadari efek dari kalimat itu kini menghasilkan dampak bagai gelombang Tsunami. Tantangan apa yang akan saya terima dan hadapi? pertama adalah mendapat tugas sebagai kepala sekolah di sekolah baru, ikut mendaftar pada program sekolah penggerak angkatan 3, menunggu pengumuman lulus tahap 2 pengajar praktik angkatan 5, dan tantangan baru yaitu mendaftar Program Penggerak Merdeka Belajar Ikatan Guru Indonesia yang masih dalam proses tahap seleksi untuk merekrut 1000 peserta nasional. Saya katakan bahwa ini luar biasa menurut ukuran saya. Sudah terbayang bagaimana kesibukan yang akan saya lalui. Berjibaku dengan tugas,berkas, file, tagihan, dan laporan-laporan. Jika dibayangkan memang terasa berat apalagi mengingat waktunya berjalan beriringan dalam tempo yang sama. Pasti satu kata yang terbayang adalah "mumet" dan pusing tujuh keliling. Entah kelilingnya kemana tujuh kali hehe ... tapi okelah saya terima tantangan ini. saya akan jalani dengan penuh semangat dan bahagia. pengalaman ketika saya diklat guru penggerak sudah banyak dibekali bagaimana cara mengatasi persoalan dan mengambil sebuah keputusan yang tepat. Waktu itu juga saya mengalami hal yang sama. banyak tugas dan kegiatan yang harus dikerjakan. namun semua dapat saya kerjakan dengan baik. karena saya menganggap bahwa segala persoalan, kendala dan hambatan yang saya alami itu adalah jalan saya menuju "Surga".
Tantangan pasti ada. Semua yang akan kita lakukan dan kerjakan pasti menemui tantangan. Namun apakah tantangan itu harus dihindari? tentu saja tidak. Tantangan harus dihadapi dan berusaha untuk melewatinya dengan tetap bersandar dan berserah pada kehendak Sang Ilahi. Sama halnya dengan pelatihan belajar menulis PGRI. Saya menjadikan ini sebuah tantangan yang harus saya lalui. Meski dalam kondisi yang hampir tidak mungkin tetapi saya masih terus bisa menyediakan waktu dan kesempatan mengikuti kegiatan ini hingga malam ini sudah sampai pada penulisan resume ke-15. Berharap terus diberi kesehatan dan kemampuan untuk dapat terus menulis. Sebagai seorang pemula tentu masih banyak kekurangan yang saya miliki. Dasar menulis masih jauh dari harapan. Namun seperti apa yang sudah dikatakan oleh semua Nara Sumber bahwa menulis adalah sesuai yang tidak sulit jika kita sudah dapat menjadikan sebuah "Passion" karena dengan menjadikannya gairah maka kita akan bisa menulis disaat ide itu muncul di kepala kita. Namun menjadikan menulis menjadi sebuah gairah bukan sebuah perkara mudah. Butuh waktu dan proses sampai kita benar-benar menemukan gairah yang benar berasal dari dalam diri kita. Menjadikan sebuah keinginan itulah yang masih sulit untuk saya lakukan saat ini. Terus mencoba dan mencoba itulah yang menjadi komitmen saya. Membiasakan menulis itu yang terus saya lakukan. Tak banyak waktu kadang menjadi kendala besar. Diikuti oleh rasa lelah sehabis beraktivitas menambah deretan penyebabnya. Maka butuh upaya yang serius untuk itu. maka dari itu saya harus memiliki komitmen dan kesungguhan yang harus saya rancang sedemikian dalam diri saya agar dengan sendirinya Passion itu lahir secara natural dari jiwa.
Malam ini adalah resume Ke-15. Separuh perjalanan panjang setiap hari senin, rabu, dan jumat selama kurang lebih tiga jam harus berkutat di depan layar laptop dan HP secara bergantian fokus mata dan jari saya saling bergantian bekerja. Narasumber pada materi ke-15 ini adalah Musiin, M.Pd dan yang menjadi moderator acara adalah Dail Ma'ruf.
" Bedah tuntas tentang konsep buku Nonfiksi". Penjelasan awal Pak Dail saat ia akan menutup ruang chat Group.Pak dail menyapa seluruh peserta lewat Voicenote. terdengar seperti dalam perjalanan karena suara kendaraan di jalanan menjadi latar suara Voicenotenya. Moderator berganti menjadi Ibu Rosminiyati karena Pak Dail masih dalam posisi perjalanan.
Mari kita mengenal CV Narasumber materi
Curriculum Vitae
Musiin atau biasa dipanggil Bu Iin oleh orang-orang
di sekitarnya memiliki hobi membaca buku, menulis, travelling dan memasak. Ia lahir di kota Tahu Takwa
Kediri dan merupakan seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan Kediri sejak
tahun 1998 .
Ia
pertama kali masuk sekolah di tahun 1977 – 1983 di SDN Kras I Kediri. Kemudian
setelah lulus melanjutkannya ke SMPN Kras dari tahun 1983-1986 dan sekolah lagi ke SMAN 4 Kediri lulus tahun
1989. Dari tahun 1989-1994. Ia melanjutkan ke IKIP negeri Malang Jurusan
Pendidikan Bahasa Inggris. Pendidikan Strata II ditempuh di Universitas Negeri
Surabaya Jurusan Pendidikan Bahasa dan Satra mulai tahun 2006-2009.
Kecintaan akan
profesi guru Bahasa Inggris membawanya menempuh Short Course di SEAMEO RELC
Singapura tahun 2015.
Pengalaman mengajar
dimulai dari menjadi dosen pada tahun 1994 di STKIP PGRI Jombang, STIE
Dewantara Jombang dan tutor bagi pekerja asing di PT Chiel Jedang Jombang.
Di lingkungan dunia
pendidikan, ia aktif menjadi tim pengembang mata pelajaran Bahasa Inggris dan
tim penilai angka kredit guru di tingkat Kabupaten Kediri
Selain mengajar, Bu
Iin juga founder organisasi swadaya masyarakat YAPSI yang berdiri sejak tahun
1991.Organisasi ini bergerak dalam bidang
1.
Pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM bekerja
sama dengan Bank Indonesia Surabaya.
2.
Pemberian
bantuan pangan bagi masyarakat miskin, posyandu, anak sekolah bekerja sama
dengan World Food Program (UN-WFP) di wilayaj Surabaya, Gresik dan Sidoarjo
3.
Pemberian
bantuan susu bagi anak-anak SD bekerja sama dengan Susu Ultra dam
Departemen Pertanian Amerika Serikat.
4.
Pelatihan
Sekolah Ramah Anak bagi guru-guru SD di
Kabupaten Sampang bekerja sama dengan UNICEF.
5.
Pendidikan lingkungan dan daur ulang sampah bekerja sama
dengan Tetra Pak Indonesia dan TP UKS Propinsi Jawa Timur.
6.
Pengadaaan
perpustakaan kampung, dan toilet di kampung-kampung Surabaya donasi dari UN
WFP.
Untuk saat ini, Bu
Iin juga bergabung dalam Program Guru Penggerak menjadi Pengajar Praktik
Angkatan 4 untuk Wilayah Kabupaten Kediri.
Dalam bidang
kewirausahaan, Bu Iin merupakan founder PT In Jaya yang bergerak di bidang
ekspedisi untuk pendistribusian produksi Indomarco dan Indolakto Pasuruan.
Selain itu PT In Jaya merupakan pemasok bahan baku tebu bagi pabrik gula di wilayah Madiun, Malang
dan Kediri.
Sebagai penulis
pemula, karya buku yang telah dihasilkan adalah sebagai berikut:
1.
Digital
Brochure Mengasah Kemampuan Menulis dan Jiwa Kewirausahaan Gen Z
2.
Literasi
Digital Nusantara. Meningkatkan Daya Saing Generasi Muda melalui Literasi
(Karya bersama Prof Eko)
3.
Selaksa
Hikmah dari Tarokan (Karya bersama siswa-siswa)
4.
Ukir
Prestasi dan Tebar Inspirasi ( Antologi Kisah Guru Lejitkan Potensi Siswa)
5.
Cergam
Panji Asmarabangun and Dewi Sekartaji
6.
Modul
Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Kelas IX.
7.
Menulis
Artikel populer di majalah online
Editor Buku
1.
Kaulah
Sosok Inspiratif di Hatiku ( Antologi Sosok Inspiratif)
2.
Kisah
Penyemangat Kalbu (Antologi Penyuluh Agama)
Menjadi penulis buku non fiksi telah mengantarkan untuk mengikuti ujian Sertifikat Penulis dan telah berhasil memegang sertifikasi penulis pada tahun 2020.
Ibu Iin juga alumni kelas menulis gelombang 8. Awal menulis ia juga belum punya blog semua dilakukannya dari nol. Berkat kelas menulis inilah maka dia berkata"Tidak ada yang tidak mungkin". Mengutip kalimat Prof Rhenaldi kasali, kalau kita berpikir secara Opportunity Based, kita akan selalu yakin ada pintu di tengah tembok rintangan. Menulislah setiap hari, maka, Keajaiban akan datang. ada beberapa karya tulis Ibu Iin yang sudah di pajang di toko buku Gramedia.
Inilah deretan buku-buku di rak tengah adalah karya alumni gelombang 8 yang berhasil masuk ke penerbit mayor, penerbit Andi.
Bapak Ibu yang luar biasa, ketakutan yang saya rasakan ketika menulis buku adalah sebagai berikut:
1. Takut tidak ada yang membaca.
2. Takut salah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan.
3. Merasa karya orang lain lebih bagus.
Ketakutan itu yang sering kali membuat saya merasa konyol dengan hanya duduk berjam-jam di depan laptop, namun tidak menulis apapun.
Akhirnya saya singgah di Kelas menulis Om Jay dan bertemu dengan banyak penulis pemula dan pemateri hebat, salah satunya adalah Prof Eko. Dan cahaya untuk berkarya berasal dari diri saya sendiri. Saya yang minder untuk menulis, menjadi berani untuk menulis. Kegiatan menulis ternyata sangat menyenangkan.
Kekuatan menulis ini akan menjadi sangat berarti ketika Bapak Ibu ingin menjadi salah satu bagian dari Program Guru Penggerak.
Akhirnya Ibu Iin masuk di kelas menulis Om jay dan bertemu dengan banyak penulis pemula dan pemateri hebat, salah satunya adalah Prof Eko. Ibu Iin mengibaratkan Prof Eko sebagai seorang Chef yang memberi banyak pilihan bahan masakan yang bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan. dari Prof Eko Ibu Iin banyak belajar tentang bagaimana menulis.
Pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang dimiliki adalah bentuk buku yang ada di dalam diri kita yang belum dikeluarkan. Saya memiliki buku, Bapak Ibu juga memiliki buku, NAMUN buku tersebut MASIH belum lahir.
Dan Poynter, menulis sebuah buku yang sangat populer dan menjadi rujukan para penulis pemula, judulnya Is There A Book Inside You? Setiap orang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan di dalam dirinya. Berapa ratus purnama telah kita lalui, berapa banyak kejadian entah itu pahit atau manis mengukir perjalanan hidup kita. Jadi, semua tergantung pada individu masing-masing apakah mau dikeluarkan dalam bentuk buku atau tidak.
Atau hanya dikeluarkan dalam bentuk pengajaran di kelas-kelas saja atau hanya dalam bentuk obrolan atau cerita kepada anak cucu saja, yang tidak meninggalkan jejak keabadian.
Menulis bukanlah keterampilan yang mudah. Berbagai penelitian bahasa menunjukkan di antara empat keterampilan berbahasa, menulis adalah keterampilan yang dianggap paling sulit. Menulis tidak semudah berbicara, semudah bergosip . Justru tantangannya ada karena sulit. Perjuangan menjadi penulis dengan mengikuti kelas menulis, membuat resume, menghasilkan buku, maka akan lahir CINTA MENULIS.
Alasan menjadi penulis adalah sebagai berikut:
1. Mewariskan ilmu lewat buku.
2. Ingin punya buku karya sendiri yang bisa terpajang di toko buku online maupun offline.
3. Mengembangkan profesi sebagai seorang guru.
Sebuah kalimat yang patut untuk kita renungkan. Memiliki makna yang sangat dalam dan dapat dijadikan semangat dan gairah hati untuk menulis. Diera digital menulis masih sangat relevan. karena segala konten apa pun itu semua memuat literasi dimana tulisan menjadi media informasinya. Tak terkecuali para selebram merupakan penutur yang handal karena mereka pandai merangkai kata sehingga konten yang mereka publis menjadi enak untuk di tonton maupun dilihat.
Kutipan di atas membawa pesan bahwa menulislah jika kita ingin di kenal orang karena kita bukan siapa-siapa maka dengan menulis kita bisa sehebat raja dan ulama.
Keinginan kuat ternyata mengantarkan ke hukum tarik menarik di alam semesta ini. Hukum Tarik-Menarik dalam rahasia alam ini mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan. Pikiran menjadi penulis mengantarkan saya mengikuti kelas-kelas menulis (salah satunya kelas Om Jay dan tantangan menulis selama 1 minggu bersama Prof. Eko.
Kalau kita berpikir untuk menulis buku maka akan lahir buku. Kalau kita berpikir kegagalan, maka yang tersisa hanya kekecewaan. Tutur demi tutur diucapkan oleh Ibu Iin semakin membuat kepercayaan bahwa menulis merupakan sebuah keberuntungan diri.
Penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:
1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit)
Contoh: Buku Pelajaran
2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses.
Contoh: Buku Panduan
3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara)
Proses penulisan buku terdiri dari 5 langkah, yakni
1. Pratulis
2. Menulis Draf
3. Merevisi Draf
4. Menyunting Naskah
5. Menerbitkan
Langkah Pertama
Pratulis
1. Menentukan tema
2. Menemukan ide
3. Merencanakan jenis tulisan
4. Mengumpulkan bahan tulisan
5. Bertukar pikiran
6. Menyusun daftar
7. Meriset
8. Membuat Mind Mapping
9. Menyusun kerangka
Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll.
Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya
1. Pengalaman pribadi
2. Pengalaman orang lain
3. Berita di media massa
4. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
5. Imajinasi
6. Mengamati lingkungan
7. Perenungan
8. Membaca buku
Referensi penulisan buku bisa dari sumber berikut ini.
1 . Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
2. Keterampi lain yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini ;
4. Penemuan yang telah didapatkan.
5. Pemikiran yang telah direnungkan
Tahapan membuat kerangka buku nonfiksi
BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB 2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial
BAB 3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
H. Kewargaan Digital
BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet +62
Anotomi Buku
1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang Penulis
Langkah kedua
Menulis Draf
1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
2. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan
Langkah ketiga
Merevisi Draf
1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian
2. Memeriksa gambaran besar dari naskah
Langkah keempat
Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)
1. Ejaan
2. Tata bahasa
3. Diksi
4. Data dan fakta
5. Legalitas dan norma
Hambatan-hambatan dalam menulis
1. Hambatan waktu
2. Hambatan kreativitas
3. Hambatan teknis
4. Hambatan tujuan
5. Hambatan psikologis
Banyak cara mengatasi hambatan untuk menulis. Solusi itu ada di diri kita sendiri.
1. Banyak membaca
2. Mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber.
3. Disiplin menulis setiap hari.
4. Pergi ke pasar dan memasak. Ini menjadi mood booster untuk menulis lagi (kebetulan saya hobi memasak)
Demikian penjelasan dari Narasumber Ibu Musiin pada pertemuan Ke-15. Selanjutnya adalah ajuan pertanyaan dari peserta kelas menulis
P1 :
Assalamualaikum wr.wb. perkenalkan saya Umi Agus Farida dari Kalsel mohon izin bertanya, sering kali menulis fiksi itu susah bagi saya terutama dalam hal tanda2 baca, bagaimana menyikapi hal ini? Terimakasih
Jawab :
Menurut saya Bu Umi menulis saja terus sampai selesai, jangan sampai berhenti hanya karena faktor tanda-tanda baca. Setelah selesai, Bu Umi bisa minta bantuan teman misalkan guru Bahasa Indonesia untuk membatu mengedit tulisan Bu Umi. Kita serahkan ke ahlinya.
P2 :
saya Widuri Permata AR dari Lombok Barat, kebetulan saya ikut tantanga
Prof. Eko Indrajit di Februari Romantis. Judul sudah diterima, kesulitan saya sekarang adalah dalam mengisi urutan bab dan sub judul bab. Bab 1 itu tentang apa, kedua, ketiga dan seterusnya. Takut salah karena tidak memiliki pengalaman dan rasa kurang percaya diri. Kemudian kesulitan juga mencari literatur. Mohon pencerahannya
Jawab :
Untuk mengatasi kesulitan tersebut dengan banyak membaca materi-materi yang sesuai judul yang ibu ajukan. Dengan banyak membaca, pasti akan muncul ide. Di saat ide muncul segera tuliskan.
Sekian banyak pertanyaan yang diajukan oleh para peserta yang dapat saya tuliskan hanya dua saja. Sampai pada akhirnya moderator Pak Dail menutup acara kelas menulis dengan mempersilahkan Ibu Iin menyampaikan pesan penutup.
"Tiap kesempatan yang diambil adalah sebuah kesempatan untuk menang.
Kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besar".
Mari kita menjadi PEMENANG DAN MENGUKIR NAMA KITA SEBAGAI BAGIAN DARI SEJARAH PERADABAN MANUSIA.
Kata pamungkas yang apik nan bermakna mengakhiri materi ke-15 dari Musiin, M.Pd
Semangat...Salam Blogger..
BalasHapusTerima kasih Ibu Siti ... salam literasi
HapusLuar biasa pak Kadek..selalu terdepan dan lengkap..👍👍
BalasHapusTerima kasih Ibu Dwi ... tetap Ibu Dwi yang terbaik hehe ...
HapusKeren resumenya lengkap dan apik.
BalasHapusTerima kasih Ibu Yosefina ... Semangat literasi
HapusWow....rapi dan teruji...mantulll
BalasHapusTerima kasih Ibu Parny ... Salam literasi ya Bu
HapusSemoga kita bagian dr sejarah peradaban manusia.
BalasHapusAmin Ibu Rismaya ... terima kasih sudah berkunjung
HapusP Kadek ikutan berlari di jalur F1
BalasHapusSukses pak..
Terima kasih Bu ... saya di jalur jalan bergelombang Bu kadang ngegas tapi juga ngerem mendadak hehe ...
HapusMas luar biasa lajunya sama pak sigid semangat dan mantap mas
BalasHapusTerima kasih Pak Syam ...Semangat literasi Pak
HapusTerima kasih Om Jay sudah berkunjung ...
BalasHapusTernyata dari kalimat negatif teman menimbulkan badai prestasi. Layak dicontoh pak Kadek. Saya termotivasi. Terimakasih...
BalasHapusSetengah jalan kita telah lewati...semoga tetap semangat hingga akhir, berangkat niat menulis bersama dan kita lulus bersama pula.amin.amin
BalasHapusTetap semangat, semoga di mudahkan dengan segala aktivitasnya
BalasHapusMantap resumenya keren lengkap rapi
BalasHapusSalam literasi
Semangat pak Kadek maju terus pantang mundur
BalasHapusSelalu suka dengan tantangan ya pak👍
BalasHapusBagus resumnenya. Selalu semangat pak Kepala
BalasHapus