Selasa, 08 Februari 2022

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI Pertemuan Ke-10, Gelombang 23 & 24


 Resume ke- 10

Senin, 7 Februari 2022

Tema: Menulis Itu Mudah

Nara Sumber: Prof.Dr.Ngainun Naim

    Selamat malam... Salam sehat dan semangat!!! 

Bapak ibu peserta kelas belajar menulis PGRI di seluruh nusantara, apa kabar semuanya? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal'afiat dan tetap semanagt untuk meraup ilmu... Moderator Raliyanti menyapa ruang kelas belajar menulis malam ini sebagai isyarat bahwa kegiatan akan di mulai. Seperti biasanya setelah menyapa dengan hangat kepada seluruh peserta kelas susunan acarapun turut di sampaikan. Ruang bertanya juga telah disampaikan di awal agar peserta dapat mempersiapakan pertanyaan-pertanyaan yang ingin disampaikan.Tak ketinggalan link absen selalu disisipkan untuk diisi agar peserta tidak lupa nanti.

    Tidak lama kemudian moderator memperkenalkan Nara Sumber malam ini. Nama lengkap beliau adalah Bapak Prof. Dr.Ngainun Naim. Seorang dosen di UIN Sayyid Ali rahmahtullah Tulungagung. Penulis buku dan jurnal, motivator,serta pegiat Literasi.

Riwayat Singkat

Prof. Dr. Ngainun Naim lahir di Tulungagung pada 19 Juli 1975. Pekerjaan sehari-hari sebagai Dosen UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pendidikan dasar diselesaikan oleh Ngainun Naim di SDN Sambidoplang Sumbergempol Tulungagung (1988), kemudian melanjutkan ke MTsN Tunggangri Kalidawir Tulungagung (1991), lalu melanjutkan ke MAN Denanyar Jombang yang ada di PP Mamba’ul Ma’arif (1994). Tahun 1994-1996 melanjutkan studi S-1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Karena satu dan lain hal, jenjang S-1 diselesaikan di STAIN Tulungagung (1998). Tahun 2000 melanjutkan jenjang magister di Universitas Islam Malang yang diselesaikan pada tahun 2002. Mulai tahun 2007 kuliah S-3 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang diselesaikan pada tahun 2011.

 

Publikasi

 

Buku

1.        Ngainun Naim, Islam and Religious Pluralism: The Dynamics of Meaning Seize, (Tulungagung: SATU Press, 2020).

2.        Ngainun Naim, Mujamil Qomar, Aktualisasi Pemikiran Islam Multikultural dalam Membangun Harmonisasi Masyarakat, (Tulungagung: Akademia Pustaka, 2020).

3.        Ngainun Naim, Achmad Sauqi, Pendidikan Multikultural, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2009).

4.        Ngainun Naim, Pengantar Studi Islam, (Yogyakarta: Teras, 2009).

5.        Ngainun Naim, Teologi Kerukunan, Mencari Titik Temu dalam Keragaman, (Yogyakarta: Teras, 2011).

6.        Ngainun Naim, Menipu Setan Kita Waras di Zaman Edan, (Jakarta: Quanta, 2015).

7.        Ngainun Naim, Teraju, (Tulungagung: IAIN Tulungagung Press, 2017).

8.        Ngainun Naim, Metodologi Fiqh Indonesia, (Tulungagung: STAIN Tulungagung Press, 2008).

9.        Ngainun Naim, Literasi dari Brunei Darussalam, (Tulungagung: Akademia, 2020).

10.    Ngainun Naim, Spirit Literasi, (Tulungagung: Akademia Pustaka, 2019).

11.    Ngainun Naim, Proses Kreatif Penulisan Akademik, (Tulungagung: Akademia Pustaka, 2019).

12.    Ngainun Naim, Rekonstruksi Pendidikan Nasional, (Yogyakarta: Teras, 2009).

13.    Ngainun Naim, Menulis Itu Mudah, (Lamongan: Kamila Press, 2021).

14.    Ngainun Naim, Sejarah Pemikiran Hukum Islam, (Yogyakarta: Teras, 2011).

15.    Ngainun Naim, Spirit Literasi, (Tulungagung: Akademia Pustaka, 2019).

16.    Ngainun Naim, The Power of Writing, (Yogyakarta: Aura Pustaka, 2015).

17.    Ngainun Naim, The Power of Writing, (Yogyakarta: Aura Pustaka, 2017).

 

Chapter Buku

1.        Ngainun Naim, “Quantum Ramadhan”, (Malang: SPN, 2017).

2.        Ngainun Naim, “Goresan Cinta Buat Bunda”, (Yogyakarta: Aura Pustaka, 2017).

3.        Ngainun Naim, “36 Kompasianer Merajut Indonesia”, (Jakarta: Peniti, 2015).

4.        Ngainun Naim, Kuliah Daring, Dinamika Pembelajaran Ketika Wabah Corona”, (Tulungagung: IAIN Tulungagung Press, 2020).

5.        Ngainun Naim, “Dosen, Menulis, dan Belajar Online”, (Tulungagung: IAIN Tulungagung Press).

 

Jurnal Akademik dan Simposium

1.        Ngainun Naim, Abdul Aziz, Teguh, “Integration of Madrasah Diniyah Learning Systems for Strengthening Religious Moderation in Indonesia Universities”, dalam International Journal of Evaluation and Research in Education, Volume 11, Nomor 1, 2021 (Scopus).

2.        Ngainun Naim, Mujamil Qomar, “Actualization of Liberal Indonesian Multicultural Thought in Developing Community Harmonization”, dalam Qudus International Journal of Islamic Studies (QIJIS), Volume 9, Nomor 1, 2020 (Scopus).

3.        Hanif Cahyo Adi Kistoro, Badrun Kartowagiran, Eva Latipah, Ngainun Naim, Himawan Putranta, Darmanto Minggele,Islamophobia in education: perceptions on the use of veil/niqab in higher education”, dalam Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, Volume 10, Nomor 2, 2021 (Scopus).

4.        Ngainun Naim, As’aril Muhajir, “Islamic Radicalism and Deradicalization Strategies: A Contribution of Nurcholish Madjid”, dalam Jurnal Ilmiah FUTURA, Volume 20, Nomor 2, 2020 (Sinta 2).

5.        Ngainun Naim, “Radical Islam and the Radicalization Strategy: Reconstruction of Abdurrahman Wahid’s Thought”, dalam Episteme Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, Volume 12, Nomor 2, 2017 (Sinta 2)

6.        Ngainun Naim, Qomarul Huda, Pendekatan Interdisipliner dalam Studi Hukum Islam Perspektif M. Atho Mudzhar”, dalam Al-Istinbath Jurnal Hukum Islam, Volume 6, Nomor 1, 2021 (Sinta 2).

7.        Ngainun Naim, “Potret Dinamis Islam Indonesia”, Harmoni, Volume 20, Nomor 1, 2021.

8.        Ngainun Naim, Deradicalization Through Islamic Education at State Institute for Islamic Studies (IAIN) Tulungagung”, dalam Madania, Volume 22, Nomor 2, 2018 (Sinta 2).

9.        Ngainun Naim, Islamic Jurisprudence for Diversity: From Theological-Normative Reason to Progressive Contextual Reasoning”, dalam Al-‘Adalah, Volume 15, Nomor 1, 2018 (Sinta 2).

10.    Ngainun Naim, Pluralisme sebagai Jalan Pencerahan Islam: Telaah Pemikiran M. Dawam Rahardjo”, Jurnal SALAM, Volume 15, Nomor 2, 2012.

11.    Ngainun Naim, Pengembangan Pendidikan Aswaja Sebagai Strategi Deradikalisasi”, dalam Walisongo Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, Volume 23, Nomor 1, 2015 (Sinta 2).

12.    Ngainun Naim, Abdurrahman Wahid: Universalisme Islam dan Toleransi”, Kalam, Volume 10, Nomor 2, 2016 (Sinta 2).

13.    Ngainun Naim, Islam dan Pancasila: Rekonstruksi Pemikiran Nurcholish Madjid”, dalam  Episteme Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, Volume 10, Nomor 2, 2018 (Sinta 2).

14.    Ngainun Naim, Kebangkitan Spiritualitas Masyarakat Modern”, dalam Kalam, Volume 7, Nomor 2, 2013.

15.    Ngainun Naim, Mengembalikan Misi Pendidikan Sosial Dan Kebudayaan Pesantren”, dalam  Jurnal Pendidikan Islam, Volume 27, Nomor 3, 2012.

16.    Ngainun Naim, Membangun Toleransi dalam Masyarakat Majemuk, Telaah Pemikiran Nurcholish Madjid”, Harmoni, Volume 12, Nomor, 2013 (Akreditasi B).

17.    Ngainun Naim, Kecerdasan Spiritual: Signifikansi dan Strategi Pengembangan:, Jurnal Ta’allum, Jurnal Pendidikan Islam, Volume 2, Nomor 1, 2014.

18.    Ngainun Naim, Rekonstruksi Nilai-nilai Pesantren: Ikhtiar Membangun Kesadaran Pluralisme dalam Era Multikultural”, dalam EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan, 2009.

19.    Ngainun Naim, The Development of Islamic Study Through The Study of Figures: Significance and Methodology”, dalam AJIS: Academic Journal of Islamic Studies, Volume 2, Nomor 2, 2017 (Internasional Bereputasi).

20.    Ngainun Naim, Deradikalisasi Berbasis Nilai-nilai Pesantren Studi Fenomenologis di Tulungagung”, dalam AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam, Volume 22, Nomor 1, 2017 (Sinta 2).

21.    Ngainun Naim, Membangun Kerukunan dalam Masyarakat Multikultural”, dalam HARMONI, Volume 15, Nomor 1, 2016 (Sinta 3).

22.    Ngainun Naim, Islam dan HAM: perdebatan mencari titik temu”, dalam IJTIHAD: Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan, Volume 30, Nomor 2, 2015 (Sinta 2).

23.    Ngainun Naim,Kerukunan Antaragama Perspektif Filsafat Perennial: Rekonstruksi Pemikiran Frithjof Schuon”, dalam Harmoni Jurnal Multikultural dan Multireligius, Volume 11, Nomor 4, 2012.

24.    Ngainun Naim, Spiritualitas Islam dalam Diskursus Kebangkitan Spiritualitas Kontemporer”, dalam Kontemplasi, Volume 6, Nomor 2, 2009.

25.    Ngainun Naim, Strategi Penanganan Radikalisme dan Terorisme di Indonesia: Perspektif Pendidikan”, dalam National Simposium “Memutus Mata Rantai Radikalisme dan Terorisme”, Jakarta, 2012.

26.    Muhammad Fathoni, Ngainun Naim, “Laduni Science on Muhammad Luthfi Ghozali’s Perspective”, Kontemplasi, Volume 8, Nomor 2, 2020.

27.    Ngainun Naim, “Aneka Ragam Spiritualitas dalam Kebudayaan Kontemporer”, El-Harakah, Volume 11, Nomor 1, 2009.

 

Blog:

https://www.spirit-literasi.id/

dan

https://ngainun-naim.blogspot.com/

 

    Sesi berikutnya adalah pemaparan materi 

Bagaimana Bapak Ibu bisa meyakinkan bahwa menulis itu mudah? saya yakin banyak di antara Bapak Ibu sekalian yang kurang sepakat. Pertanyaan dari Pak Prof sepertinya saya jawab bahwa menulis itu sulit buat saya ketika saya tidak menemukan ide dan mood yang tepat. Terkadang saya butuh waktu beberapa lamanya agar bisa menorehkan tulisan di kertas maupun Blog sebelum saya membuat sebuah tulisan. Terkadang Ide saya tiba-tiba terlepas dari kepala dan entah kemana perginya. 

    Bagaimana langkah agar menulis itu mudah dalam makna yang sebenarnya?

Mari kita ikuti Penjelasan dari Prof.Dr.Ngainun Naim

1. UBAH POLA PIKIR

Maksudnya? Kesan umum masyarakat, mungkin termasuk kita adalah menulis itu sulit. Ini tidak hanya kesan tetapi juga menjadi pengetahuan, bahkan kemudian menjadi kesadaran. Terlihat sederhana tetapi dampaknya sungguh luar biasa. Menulis akhirnya betul-betul menjadi sulit. Sekarang saatnya kita merubah pola pikir. Bangun pemahaman,keyakinan,dan kesadaran bahwa menulis itu mudah. Tanamkan dalam diri. Tanamkan terus sekuat-kuatnya. Saat menghadapi kesulitan menuangkan ide dalam kalimat, yakinkan diri sendiri bahwa menulis itu mudah.

2. BERLATIH MENULIS

Teori menulis itu penting tapi jika hanya belajar teori, seumurhidup kita tidak pernah akan bisa menulis. Banyak sekali penulis yang justru sekolahnya tidak ada hubungannya dengan dunia menulis. Mereka bisa menjadi penulis karena menulis secara disiplin setiap hari.Tidak ada rumus instan dalam menulis.

3. BANYAK MEMBACA

Menulis itu ibaratnya mengeluarkan tabungan bacaan yang ada di otak kita. Jika tidak pernah membaca terus apa yang akan dikeluarkan?Bacalah sedikit demi sedikit. Bisa Satu dua halaman dulu. berhenti renungkan. Jika ada yang penting dicatat. Nikmati prosesnya

4. MELUANGKAN WAKTU

Soal sibuk siapa sih yang tidak sibuk? Semua sibuk kan?Kuncinya ada di manjemen waktu. Mari atur waktu secara baik. Jangan menunggu waktu luang tapi mari luangkan waktu untuk menulis.

5. RAJIN MENGAMATI, MENCATAT, DAN MENGOLAH

Misalnya Bapak Ibu melakukan perjalanan,catat apa saja yang menarik

Seperti contoh tulisan dari Bapak Prof. Ini

Tulisan Prof. Ngainun

 6. BELAJAR MENULIS KEPADA PARA PENULIS

Group ini menjadi media belajar. Kunjungi, baca,dan komentari tulisan demi tulisan di group.Itu cara belajar yang efektif

    Demikian penjelasan dan pemaparan materi dari Nara Sumber hebat Prof.Dr.Ngainun Naim. Penjelasan yang mencerahkan. Membuka cakrawala baru bagi saya bagaimana cara mengatasi disaat kita tidak menemukan ide yang tepat umtuk di jadikan sebuah tulisan. 

10 komentar: