Rabu, 09 Februari 2022

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI Pertemuan Ke-11, Gelombang 23&24

Resume Ke-11

Rabu, 9 Februari 2022

Tema: Kiat Menulis Cerita Fiksi

Nara Sumber: Sudomo, S.Pt

    Tiga hari sudah badan saya rasanya lelah dan letih, Batuk dan Flu menyerang bersamaan. Demam terus menerus saya rasakan. Sudah berbagai obat saya minum namun belum ada perubahan. Justru malam ini badab saya terasa semakin berat rasanya untuk di gerakkan. Dengan setengah merintih saya meraih tempat duduk. saya merepat kearah meja dan perlahan saya menghidupkan laptop. Saya berusaha untuk tetap bisa menulis resume. Tidak ingin terlewatkan karena ini sudah menjadi komitmen saya terus melanjutkan penulisan resume sampai selesai nanti.
    Senja baru beranjak pergi, sebagian wilayah Indonesia sudah diselimuti gelap pertanda malam sudah tiba. sebagian orang masih melawan kemacetan di jalan raya.. sebagian sudah dirumah, berkumpul bersama keluarga sambil nonton TV atau makan malam. Anggota rombongan kelas BM 23 dan BM 24 sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti perkuliahan secara Online melalui wa Grup. Sapaan yang begitu hangat dan mesra dari Ibu Helwiyah Sang Moderator kita malam ini mengantar pertemuan malam ini.
    Materi malam ini adalah tentang fiksi yang akan di sampaikan oleh Bapak Sudomo, S.Pt yang biasa disapa dengan panggilan Mazmo atau Pak Momo pada cover buku beliau.




 Moderator Ibu Helwiyah menampilkan sebuah cover buku dan mempersilahkan melihat isinya.
Pak Sudomo adalah seorang sarjana peternakan yang mumpuni di bidang Literasi. Untuk mengetahui siapakah beliau mari kita cari tahu informasi tentangnya.

BIODATA

 

Nama lengkap                                     :           Sudomo, S.Pt.

Nama pena                                                      :           Momo DM

Tempat, tanggal lahir  :           Sukoharjo, 27 Maret 1975

Jenis kelamin                                       :           Laki – Laki

Pekerjaan                                                         :           Guru IPA SMP Negeri 3 Lingsar Lombok Barat

Pendidikan terakhir                 :           S1 Peternakan Universitas Diponegoro

Alamat lengkap             :         Jalan Adi Sucipto Gang Perjuangan RT 004 RW 023

                                                                                                            Lingkungan Baturaja Kelurahan Ampenan Tengah

                                                                                                            Kecamatan Ampenan Kota Mataram NTB   

Nomor HP/WA                                   :           08175701827

Alamat blog pribadi                :           www.eigendomo.com

Akun media sosial                   :

a.         Facebook                                      :           Mazmo Lombok

b.        Twitter     /Instagram       :           @momo_DM

Karya yang pernah dipublikasikan:

a.         Fiksi

1.      Menerbitkan kumpulan flash fiction 123 kata tentang ibu dan perempuan berjudul CERMIN melalui jalur self-publishing di Nulisbuku.com tahun 2011;

2.      Menerbitkan sekitar 30 judul antologi flash fiction/cerpen bersama penulis lainnya lewat jalur self-publishing di Nulisbuku.com tahun 2011 – 2014;

3.      Menerbitkan antologi flash fiction bersama penulis lainnya berjudul THE COFFEE SHOP CHRONICLES lewat penerbit PT By Pass tahun 2012;

4.      Menerbitkan antologi cerpen bersama penulis lainnya berjudul DEAR MAMA lewat penerbit PT Gradien Mediatama tahun 2013;

5.      Menerbitkan antologi cerpen tentang bumi berjudul PERSEMBAHAN PADA BUMI bersama penulis lainnya tahun 2014;

6.      Menerbitkan antologi cerpen horor bersama penulis lainnya berjudul HORORIS CAUSA  lewat penerbit AG Pressindo Yogyakarta 2016;

7.      Menerbitkan kumpulan cerpen duet dengan Iit Sibarani berjudul Di Penghujung Pelukan lewat penerbit Mediakita Jakarta 2017;

8.      Menerbitkan kumpulan cerita anam berjudul Pahlawan Antikorupsi: Sudah Adil, Kok! lewat penerbit Funtastic M&C Gramedia Jakarta 2018;

9.      Menerbitkan kumpulan resume Kelas Menulis Gelombang 16 dalam bentuk Cerita Fiksi berjudul Pahlawan Literasi melalui Penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan Depok 2021;

10.  Menerbitkan kumpulan naskah puisi darik tema karakter pendidikan dan profil pelajar Pancasila berjudul Bagimu (Anak) Negeri melalui penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan Depok 2021.

b.        Nonfiksi

1.      Menerbitkan buku saku wisata Lombok seri pantai berjudul DONG AYOK KE LOMBOK! bersama penulis Lombok lainnya lewat penerbit DIMENSI PUBLISHING tahun 2013;

2.      Menerbitkan buku antologi bersama penulis lainnya berjudul MY LIFE AS BLOGGER lewat jalur self-publishing nulisbuku.com tahun 2015;

3.      Menerbitkan buku antologi bersama Guru Penggerak Kabupaten Lombok Barat berjudul JEJAK PENGGERAK DARI BUMI PATUT PATUH PATJU lewat penerbit KAMILA EKSPRESS tahun 2022.

Prestasi di bidang kepenulisan:

1.        Menjadi Juara III Lomba Menulis Puisi Kategori Umum Tingkat Provinsi NTB yang diselenggarakan oleh Lombok Post dan FIF UMC tahun 2007;

2.        Menjadi Juara 1 Lomba Penulisan Desain Pembelajaran Ketahanan Pangan Tingkat Provinsi NTB yang diselenggarakan oleh Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB tahun 2011;

3.        Menjadi Juara 1 Lomba Menulis Cerpen dari interpretasi foto setting tempat yang diselenggarakan oleh Travel Agent Eazy Travel Jakarta tahun 2012;

4.        Menjadi finalis dalam Lomba Menulis Cerpen tema Ramadan kategori Perorangan dan Kolaborasi yang diselenggarakan oleh Nulisbuku tahun 2013;

5.        Menjadi salah satu dari 25 cerpen pilihan Seno Gumira Ajidarma dalam E Book Thumbstory yang diselenggarakan oleh @ThumbstoryTweet tahun 2014;

6.        Menjadi Juara dalam Lomba Menulis Review yang diselenggarakan oleh Gramedia Lombok tahun 2014;

7.        Menjadi Juara 2 Lomba Menulis #LettertoHappiness yang diselenggarakan oleh Nulisbuku dan The Bay Bali tahun 2014;

8.        Menjadi Juara 3 Lomba Menulis Naskah Novel dalam sebulan yang diselenggarakan oleh @BulanNarasi, Nulisbuku, dan Plot Point tahun 2014;

9.        Terpilih dalam seleksi calon peserta Workshop Cerpen Kompas di Bentara Budaya Bali tahun 2015;

10.    Menjadi Juara I Lomba Menulis Cerita Rakyat Sasak Bagi Guru se-Lombok Barat yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Lombok Barat tahun 2016;

11.    Menjadi Pemenang III Lomba Menulis Literasi (Menulis Teks) Bagi Guru Se-NTB yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi NTB tahun 2016;

12. Menjadi Juara I Lomba Menulis Cerita Rakyat Sasak Bagi Guru se-Lombok Barat yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Barat tahun 2017;

13. Menjadi Juara II Lomba Menulis Cerita Rakyat Sasak Bagi Guru se-Lombok Barat yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Lombok Barat tahun 2018;

14. Menjadi Juara I Lomba Menulis Cerita Rakyat Sasak Bagi Guru se-Lombok Barat yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Lombok Barat tahun 2019;

15. Terpilih sebagai salah satu dari 10 Naskah Terbaik Pilihan dalam Sayembara Menulis Buku Bacaan Literasi Bagi Anak SD - SMP yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi NTB tahun 2019;

16. Menjadi Juara II Lomba Menulis Cerita Rakyat Sasak Kategori Umum yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Lombok Barat tahun 2020;

17. Menjadi 20 Terbaik Kategori Blog PTK dalam acara Proyek Akhir Aksi Nyata Kita Melawan Kekerasan Berbasis Gender yang diselenggarakan oleh Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2020;

18. Juara I Lomba Blog Komunitas Sejuta Guru Ngeblog oleh Satuguru tahun 2021.

    Pak Sudomo adalah penulis fiksi. Beliau adalah orang pertama yang menulis resume kelas menulis dalam bentuk fiksi. Tulisan Fiksinya dapat di baca pada Blog beliau berikut ini.

beberapa tulisan dari Pak Sudomo. Chttps://bianglalakata.wordpress.com

Cukup lama beliau tidak menulis karena terbentur dengan pendidikan guru penggerak angkatan 2 tahun kemarin. Tulisannya di blog pun lebih banyak adalah tentang guru penggerak. Terlebih saat di percaya sebagai Ketua Komunitas Guru penggerak Kabupaten Lombok Barat, Aktifitas menulisnya berubah menjadi seputar kiprah komunitas.

Kiat Menulis Cerita Fiksi Versi Pak Momo

1. Mengapa harus belajar menulis fiksi?

Pertama, salah satu aspek yang dinilai dalam asesmen kompetensi minimum (AKM) adalah Literasi Teks Fiksi. Dengan belajar menulis fiksi, tentu seorang guru akan lebih mudah membuat soal latihan AKM bagi murid-muridnya.

Kedua, menulis fiksi merupakan cara Asyik untuk mnyembunyikan dan menyembuhkan luka. Dengan menulis fiksi, seorang guru bisa menyuarakan isi hatinya melalui tokoh-tokoh yang diciptakannya.

Ketiga, cerita fiksi merupakan media pembelajaran alternatif yang menyenangkan bagi murid terutama menyangkut pengembangan karakter dan materi pengayaan.

Keempat, menulis fiksi menjadi tambahan poin dan koin, terutama jika dikumpulkan menjadi sebuah buku.

2. Apa saja syarat bisa menulis fiksi?

Pertama, komitmen dan niat kuat untuk belajar menulis fiksi, baik melalui postinagn blog atau kompetisi.

Kedua, kemauan dan kemampuan melakukan riset. Lo, kok, cerita fiksi ada riset juga? Iya, dong. Tujuan agar tulisan menjadi lebih nyata. Misalnya menyangkut latar tempat

Ketiga, banyak membaca cerita fiksi karya penulis lain. Hal ini akan memperkaya kosa kata dan juga menemukan gaya menulis.

Keempat, mempelajari KBBI dan PUEBI agar cerita yang di tulis sesuai kaidah kebahasaan.

Kelima, memahami dasar-dasar menulis cerita fiksi.

3. Apa saja unsur-unsur pembangun cerita fiksi?

Pertama, tema yang merupaka ide pokok cerita. Kiat menemukan tema adalah yang paling dekat denga kita. bisa saja keluarga atau sekolah. Selain itu, pilih tema yang paling disukai dan kuasai. Hal ini akan memudahkan dalam menyelesaikan cerita.

Kedua, premis yang merupakan ringkasan cerita dalam satu kalimat. Unsur-unsurnya terdiri dari karakter, tujuan tokoh, halangan/rintangan dan resolusi.

Ketiga, alur/plot yang merupakan struktur rangkaian kejadian dalam cerita. terdiri dari pengenalan cerita,awal konflik,menuju konflik, konflik/klimaks, dan ending.

Kempat, penokohan yang merupakan penjelasan selangkah demi selangkah detail karakter dalam cerita. Bisa digambarka secara langsung, fisik dan perilaku tokoh, lingkungan, tata bahasa tokoh dan penggambaran oleh tokoh lain.

Kelima, latar/setting yang merupakan penggambaran waktu, tempat, dan suasana.

Keenam, sudut pandang yang merupakan cara penulis menempatkan diri. Penggunaan sudut pandang dalam menulis cerita fiksi harus konsisten.

4. Bagaimana kita menulis cerita fiksi?

Pertama, niat untuk memulai dan menyelesaikan cerita fiksi. Permasalahan yang dihadapi oleh penulis adalah mengalami kebuntuan ide menyelesaikan tulisan fiksi.

Kedua, perbanyak membaca cerita fiksi karya orang lain untuk menambah referensi berupa ide/gagasan/tema, teknik menulis, pemilihan kata, dan gaya penulisan.

Ketiga, terkait ide dan genre. Catat segera ide cerita yang terlintas di kepala agar ide tidak hilang begitu saja. Pilih genre yang disukai dan dikuasai.

Keempat, outline/kerangka karangan. 

× Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur

pembangun cerita fiksi

× Menentukan tema agar pembaca mengerti

lingkup cerita fiksi kita

× Membuat premis sesuai tema

× Menentukan uraian alur/plot berdasarkan

unsur-unsurnya

× Menentukan penokohan kuat berdasarkan

jenis dan teknik penggambaran watak tokoh

dengan baik

× Menentukan latar/setting dengan

menunjukkan sisi eksotis dan detail

× Memilih sudut pandang penceritaan yang unik

Kelima, mulailah menulis. 

Membuka cerita dengan baik (dialog, kutipan, 

kata unik, konflik)

× Melakukan pengenalan tokoh dan latar dengan

baik dengan cara memaparkan secara jelas

kepada pembaca

× Menguatkan sisi konflik internal dan eksternal

tokoh

× Menggunakan pertimbangan logis agar tidak

cacat logika dan memperkuat imajinasi

× Memilih susunan kalimat yang pendek dan jelas

× Memperkuat tulisan dengan pemilihan kata 

(diksi)

× Membuat ending yang baik

Keenam, lakukan swasunting. 

Dilakukan setelah selesai menulis;

× Jangan menulis sambil mengedit;

× Memfokuskan penyuntingan pada kesalahan

pengetikan, pemakaian kata baku dan istilah, 

aturan penulisan, ejaan, dan logika cerita;

× Usahakan menempatkan diri pada posisi

sebagai penyunting agar tega menyunting

tulisan sendiri;

× Jangan lupa menyiapkan Kamus Besar Bahasa

Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan

Bahasa Indonesia (PUEBI).

    Demikian penjelasan yang disampaikan oleh Bapak sudomo lewat pemaparannya yang begitu jelas dan detail. Gambaran bahwa Pak Sudomo sudah sangat ahli dalam menulis cerita fiksi. Telah terbukti dengan banyaknya karya dan tulisan yang di hasilkannya lewat Blog beliau.

Rindu Tanpa Kata ‘Rindu’

Malam merajam sunyi. Hening setia menemani. Pekat adalah karib bagi hati yang tidak lagi berhati. Terbiar sendiri dalam sunyi memang bukan pertama kali. Ini sudah untuk yang kesekian kali.

Berat rasanya menahan keinginan mempertemukan waktu dengan temu. Terlebih dengan keadaan ketika tawa mampu menyembunyikan sesak dada yang lebam membiru. Sungguh suatu masa indah yang sayang jika ditinggalkan berlalu.

Pada pekat malam, aku mengirimkan doa. Ada harapan doa-doa panjang itu menujumu nun jauh di sana. Doa-doa menggetarkan yang membuatmu ingin menuntaskan sebuah jumpa.

Namun, semua tak semudah yang kukira. Pada jarak tak terhingga kau memilih membiarkan semua berjalan apa adanya. Aku tahu kau pun sama sekali tidak pernah berusaha membiarkan jarak bersekutu dengan masa. Kau lebih memilih membiarkan waktu mencumbu jarak yang ada. Sementara aku, berjuang sendiri di tengah badai yang bernama derita.

Sungguh ada keinginan memutus rasa yang semakin samar. Hasrat jumpa yang kian lama semakin pudar. Percakapan dari kejauhan yang terasa hambar. Pun jarak dua hati yang semakin lebar.

Lantas haruskah aku sendiri yang menanggung? Rasanya tak elok jika hanya sekadar digantung. Sebab itu sama artinya membiarkankan diriku sendirian dalam murung.

Ada baiknya, aku memelihara jarak ini sebagai kenangan. Agar segala yang dipendam bukan lagi sebuah beban. Hingga pada akhirnya aku bisa melangkah menentukan pilihan.

– mo –

    Sungguh saya sangat terpikat membaca fiksi yang satu ini. saya menemukan di blog Pak Sudomo. Saya membacanya dan sempat mata saya berkaca. tanpa sengaja saya menemukan tulisan ini dan kisah yang tergores sama seperti rasa yang sedang saya alami. Kata demi kata saya resapi. Kalimat demi kalimat yang saya baca semakin membuat saya hanyut dalam lamunan. saya mengingat sesorang yang selalu saya rindukan namun tak dapat saya jangkau dengan hati. Saya tersayat, sakit, kecewa, putus asa dan merasakan rindu yang kian tak bertepi.

Pak Sudomo jika diperbolehkan dapatkah saya memuat tulisan ini pada linimasa akun facebook saya. Saya ingin menumpahkannya pada jagad maya apa yang saya rasakan. Saya ingin semesta tahu kekecewaan hati saya. Biarkan saya berkeluh kesah tentang hati saya yang terluka dalam derita tak bersuara. Saya ingin menghantar jiwa saya yang lebam ini pada rintihan yang menyayat kalbu tentang sebuah rindu yang tak bertuan.






13 komentar:

  1. Pak Kadek, mari bersemangat. Mari dengan menggoreskan syair indah sebagai obat bagi jiwa yang lebam

    BalasHapus
  2. Mantap mas kadek mari bersemangat

    BalasHapus
  3. Selamat malam dan tetap semangat Pak...

    BalasHapus
  4. Pak Kadek juga pasti bisa setelah pelatihan malam ini. Tetap semangat pak

    BalasHapus
  5. Semoga benar-benar kembali sehat seperti biasa.... Puisi dan karya sastra menjadi bermakna ketika hati kita tersentuh. Semoga kita bisa .

    BalasHapus
  6. Wish , resume ya diracik dengan fiksi pak, smgat selalu pak

    BalasHapus
  7. Keren......luar biasa, semangat menulis

    BalasHapus