Penerapan
pendekatan inkuiri apresiatif di masa pembelajaran jarak jauh ( PJJ ) sebagai
upaya memberi pelayanan belajar merdeka kepada murid kelas 6 SD INPRES 2 KAYU
AGUNG
PGP-1 KABUPATEN
PARIGI MOUTONG-KADEK SUPRAPTO-1.3 – AKSI NYATA
Memperhatikan surat edaran Kemdikbud No. 15 tahun 2020 tentang pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran covid – 19, terdapat 4 tujuan 6 prinsip pelaksanaan dan pola pendekatan PJJ.
Empat
tujuannya tersebut adalah memastikan
pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama masa
civid-19, melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk covid-19,
mencegah penularan dan penyebaran covid-19 di satuan pendidikan, memastikan
pemenuhan dukungan psikososial bagi peserta didik, dan orang tua/wali.
Enam prinsip pelaksanaannya di antaranya
adalah prinsip keselamatan, pengalaman belajar yang bermakna, pendidikan
kecakapan hidup, pembelajaran bersifat inklusif, pemberian tugas bervariasi,
umpan balik dan komunikasi interaktif. Sedangkan dua pola pendekatannya adalah
PJJ dalam jaringan dan PJJ luar jaringan.
Sebagai
guru yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran tentu merasakan situasi
yang membingungkan dalam mengambil keputusan dan tindakan untuk melakukan
kegiatan belajar. Guru dituntut untuk dapat beradaptasi dengan situasi ini dan
memiliki kemampuan mengadopsi berbagai metode mengajar dalam masa pandemik ini.
Sebagai guru kelas 6 di sd inpres 2 kayu agung sayapun tidak luput dari
terkenanya dampak masa pandemi covid-19 situasi ini mengharuskan saya melakukan
cara yang tepat dan relevan untuk dapat tetap mengajar meski kondisi belajar
sangat jauh dari yang di harapkan karna guru, siswa bahkan orang tua sama-sama
merasakan hal yang sama sehingga proses pembelajaran yang terjadi mengalami
perubahan yang signifikan.
Menyikapi
situasi yang terjadi saat ini tentunya saya tidak berdiam diri. Saya melakukan
upaya secara mandiri maupun berkolaborasi bersama teman sejawat membahas
berbagai persoalan untuk mencari solusi tepat sebagai bentuk pelayanan
pendidikan kepada murid agar mereka tetap bisa mendapatkan hak belajar meski
dalam situasi yang darurat.
Dalam
hubungannya dengan situasi belajar jarak jauh yang berlangsung saat ini saya
sebagai guru kelas 6 di sd inpres 2 kayu agung menerapkan konsep belajar
merdeka yang menggunakan penekanan paradigma inkuiri apresiatif. Paradigma
inkuiri apresiatif adalah manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis
kekuatan. Pendekatan IA dapat membantu membebaskan potensi inovatif, dan
kreatifitas serta menyatukan orang dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh
proses manajemen perubahn biasa. IA menggunakan prinsip-prinsip utama psikologi
positif dan pendidikan positif. Pendekatan IA percaya bahwa setiap orang
memiliki inti positif yang dapat memberikan kontribusipada keberhasilan.
Dalam
penerapan IA dan hubungannya terhadap filosofi pemikiran KiHajar Dewantara yang
terkait dengan kodrat alam dan jaman adalah bahwasannya sebuah kekuatan dapat terbentuk
dari dalam diri seseorang yang tercipta dari pengalaman-pengalaman masa lalu
dan peristiwa yang terjadi pada masa sekarang. Basis kekuatan diri tersebut
akan sangat memengaruhi perubahan yang terjadi pada diri seseorang. Kekuatan diri
tersebut apabila diaktualisasikan kedalam kehidupan nyata serta di dukung dan
disesuaikandengan kondisi lingkungan yang ada maka akan terjadi sebuah dampak
atau perubahan yang berniali positif. Didalam melakukan perubahan-perubahan
yang diinginkan perlu pula menyelaraskan dengan tingkat kemajuan jaman saat ini
agar dalam proses mensinergikan kekuatan perubahan tersebut sesuai dengan
situasi dan kondisi yang terjadi saat ini sehingga potensi, inovasi, dan
kreatifitas yang dikembangkan dapat memberi nilai kontribusi dan keberhasilan.
Peran
kita sebagai pendidik terkait dengan kodrat alam dan jaman adalah bagaimana
kita menumbuhkan nilai-nilai diri murid yang positif agar terbentuk sesuai
dengan kodrat alamnya dan sesuai dengan kondisi lingkungan dimana mereka
bertumbuh dan berkembang serta menyelaraskannya dengan keadaan dan kemajuan
jaman saat ini. Bagaimana kita memanfaatkan paradigm IA untuk mewujudkan
pemikiran Kihajar Dewantara yaitu kodrat alam dan kodrat jaman dengan menggali
potensi dan kekuatan yang ada dan melihat keberhasilan yang di capai lalu
kemudian mengembangkan potensi dan kekuatan itu untuk melakukan sebuah
perubahan yang berbasis pada kekuatan yang telah di miliki tersebut.
Deskripsi aksi nyata yang dilakukan:
Saya
menerapkan pembelajaran jarak jauh dengan cara luring yang saya padukan dengan
daring lewat WAG. saya membuat kelompok kelas belajar dirumah. RPP yang saya
gunakan adalah kurikulum 13 dengan mengambil bagian KD yang saya tentukan
secara mandiri mengambil KD yang saya anggap perlu dan penting sesuai dengan
kebutuhan siswa saat ini. RPP yang saya buat saya sederhanakan dengan hanya
mengambil beberapa tujuan pembelajaran yang relevan dengan kondisi belajar luring.
Untuk penilaiannya selain saya mengambil nilai kognitif dari materi belajar
saya juga mengambil penilaian yang berbasis aktifitas siswa dirumah. Siswa mengirim
foto kegiatan dirumah sesuai dengan materi yang di pelajari kemudian mengirim
kepada saya lewat WAG.
Rencana perbaikan pelaksanaan di masa
mendatang
Apa
yang saya lakukan belum maksimal dan sesuai dengan harapan karena situasi
belajar yang benar-benar kondisional dengan adanya wabah pandemi covid-19
berbagai adaptasi belajar saya lakukan meskipun banyak kekurangan di berbagai
komponen rpp. Saya merencanakan melakukan perubahan dalam menerapkan belajar dengan
cara luring yaitu dengan menggunakan modul belajar yang di kemas dalam tiga
aktifitas belajar murid yaitu aktifitas murid, aktifitas guru, dan aktifitas
orang tua agar pembelajaran menjadi lebih bermakna dan sesuai dengan situasi
yang terjadi pada masa ini
Tugas
murid dirumah membuat jaring-jaring kubus di foto lalu dikirim lewat WAG

Tugas siswa membuat
bangun ruang dirumah sebagai penilaian berbasis aktifitas siswa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar