https://kadeksuprapto.gurusiana.id/article/2021/03/pembelajaran-berkesadaran-diri-penuh-mindfulness-kompetensi-sosial-dan-emosional-1224377?bima_access_status=valid
koneksi
antar materi
tugas
2.2.a.9 koneksi antar materi pembelajaran sosial dan emosional
oleh
: kadek suprapto
CGP
parigi moutong
Pengertian pembelajaran emosional
Perasaan
jadi sesuatu yang bisa berubah kapan saja. Ada banyak faktor yang menyebabkan sebuah perasaan menjadi naik
turun. Mulai dari faktor orang
lain, lingkungan, tekanan, hingga kondisi tubuh sendiri bisa memengaruhi
perubahan perasaan dan emosi.
Perasaan bahagia bisa di ciptakan sendiri dari pikiran dan hati. Tumbuhkan pikiran positif dan tetaplah untuk tenang ketika menghadapi sesuatu. Cobalah berhenti sejenak ketika merasa lelah. Hal tersebut salah satu langkah bijak yang bisa ditempuh.
Terkadang
emosi yang datang justru bisa mengacaukan yang ada. Maka penting untuk mengelola
perasaan agar tidak mudah terbawa emosi.
Dekatkan diri dengan hal yang bisa memberikan
motivasi untuk menenangkan diri. Dengan begitu kita bisa berpikir lebih
jernih dalam memutuskan tindakan selanjutnya. Lalu apa
hubungan pernyataan diatas dengan pembelajaran sosial dan emosional?
Pembelajaran sosial-emosional adalah hal yang sangat penting. Pembelajaran ini
berisi keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan anak untuk dapat bertahan
dalam masalah sekaligus memiliki
kemampuan memecahkannya, juga untuk mengajarkan mereka menjadi orang yang baik.
Pembelajaran
sosial-emosional mencoba untuk memberikan keseimbangan pada individu dan
mengembangkan kompetensi personal yang dibutuhkan untuk dapat menjadi sukses.
Bagaimana kita sebagai pendidik dapat menggabungkan itu semua dalam pembelajaran sehingga
anak-anak dapat belajar menempatkan diri secara efektif dalam konteks lingkungan dan dunia. PSE adalah
mengenai bagaimana kita menjalankan sekolah. Pembelajaran sosial-emosional
adalah tentang pengalaman apa yang akan dialami siswa. apa yang dipelajari
siswa dan bagaimana guru mengajar.
Sebuah kalimat penenang emosi “ orang hebat adalah orang yang
dapat mengendalikan diri saat dikuasai oleh amarah, tenang saat dipermalukan,
tersenyum saat diremehkan.”
Kompetensi sosial emosional
1.
Kesadaran diri/pengenalan emosi
2.
Pengelolaan diri/pengelolaan emosi dan fokus
3.
Kesadaran
sosial/empati
4.
Keterampilan sosial/resiliensi
5.
Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab
Hubungan mindfullnes dan pembelajaran sosial emosional
Mindfullnes mengajarkan kita untuk hadir sepenuhnya dan menyadari keadaan
terkini kita serta memberikan respons
yang paling tepat dalam keadaan apapun.. mengurangi kebiasaan menuntut dan
untuk lebih bersyukur akan segala sesuatu. Mindfullnes adalah sesuatu yang kita miliki secara alami, namun
hal tersebut akan tersedia bagi kita ketika kita melatihnya setiap hari. Sebuah
teknik yang dilakukan adalah teknik S-T-O-P yang dapat membangun kesadaran diri
sendiri ( self awareness ) dengan berbagai kompetensi emosi dan sosial dalam
kehidupan sehari-hari.
Ruang lingkup penerapan pembelajaran sosial emosional
1.
Rutin ( diluar waktu belajar akademik )
2.
Terintegrasi dalam pembelajaran
3.
Protokol ( budaya atau
aturan sekolah
Disiplin /budaya positif
Pembelajaran
kompetensi sosial emosional menjadi budaya/aturan sekolah yang sudah menjadi
kesepakatan bersama dapat diterapkan secara mandiri oleh siswa sebagai
kebijakan sekolah untuk merespons situasi/kejadian tertentu. Misalnya
menyelesaikan konflik yang terjadi dengan membicarakannya tanpa kekerasan,
menghargai antar teman.
Filosofi KHD
Pendidikan adalah menuntun pada pencapaian tujuan
pembelajaran yaitu kebahagian hidup, well being pada level tertinggi sehingga
jika belajar adalah membuat murid tidak bahagia sudah menyalahi aspek
kodratnya.
Peran guru penggerak
Menciptakan well-being ekosistem pendidikan di sekolah. Guru
sebagai pendidik menciptakan kondisi nyaman, sehat dan bahagia bagi murid
Keterkaitan antar materi
Pembelajaran keterampilan sosial emosional terintegrasi
melalui pembelajaran diferensiasi sehingga membentuk budaya positif di sekolah.
Untuk itu guru harus menciptakan situasi pembelajaran yang dapat
mengakomodasikan kebutuhan siswa dimana mereka dapat memilih dan menentukan
sendiri keinginannya untuk mengaktualisasikan minat belajar, profil belajar dan
kesiapan belajarnya sehingga
menghasilkan belajar yang bermakna.
Dalam menciptakan suasana belajar yang
diinginkan ada bebrapa faktor penting yang harus diketahui oleh guru dalam
mengelola pembelajaran dikelas terkait dengan bagaimana cara mengelola tingkat
emosi dan sosialnya karna dari respons emosi dan sosial seorang guru terhadap
siswanya maka akan melahirkan perasaan bahagia serta kondisi belajar yang
diinginkan oleh mereka.
“kebahagiaan adalah pada saat kita dapat menghargai apa yang
ada di sini dan sekarang dan dapat membangun hubungan maupun kerja sama dengan
orang lain atas dasar hormat dan saling menghargai” ( Rusdy Rukmana, budayawan
)
Seperti kutipan lagu ini “bila masi mungkin kita menorehkan batin atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas”. “kita mesti bersyukur bahwa kita masih diberi waktu entah sampai kapan tak ada yang bakal dapat menghitung”.
Parigi moutong, 8 maret 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar